Aplikasi Cargo Indonesia Trawlbens

Kenali dan Cegah Abuse of Power di Sekitarmu!

Kenali dan Cegah Abuse of Power di Sekitarmu!

Abuse of power akhir-akhir ini sering diperbincangkan kembali. Dipakai masyarakat biasa dan warganet untuk mendefinisikan suatu fenomena yang terjadi antar manusia. Lalu apasih arti Abuse of Power yang sebenarnya?

Pengertian Abuse of Power

Dalam buku Sendi-Sendi Hukum Konstitusional, Yopie Moria mendefinisikan abuse of power sebagai tindakan penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang untuk mencapai kepentingan tertentu dan dapat mengakibatkan kerugian bagi orang lain.

Penyalahgunaan kekuasaan ini biasanya dimiliki oleh seseorang yang mempunyai jabatan atau kekuasaan paling tinggi di suatu tempat atau institusi. Saat seseorang memiliki jabatan yang lebih tinggi, Ia cenderung memiliki kewenangan-kewenangan yang bisa Ia salah gunakan untuk mendapatkan tujuan tertentu. Biasanya penyalahgunaan kekuasaan ini bisa mengakibatkan kerugian bagi orang-orang yang mempunyai jabatan lebih rendah.

Abuse of Power ini bisa terjadi di suatu tempat atau institusi dari yang terkecil hingga institusi yang lebih besar dan luas cakupannya. Contohnya seperti sekolah, kampus, kantor, bahkan pemerintahan. Bagaimana contoh penerapan Abuse of Power ini terjadi?

Penerapan Abuse of Power dan Efeknya Terhadap Korban

oGvURj4eQLxAiiGKbENJsqxB KL m3Mx4AaXswHytlPRqEYM7qjSo5eD4s8HWGY6DNPLH1 93tmkXYHNtBtZ9qyUG5hB4i I7RsIthqzijD9nRk8z54GdPvqHLNl FuiAKLJfP3wLTtI3pYXkSwsvaE
Sumber: Freepik

Seperti yang dijelaskan di atas, abuse of power ini bisa terjadi di suatu tempat atau institusi. Contoh penerapan abuse of power yang paling sering terjadi adalah di kampus dan kantor. Bagaimana contohnya? Simak beberapa contoh dari abuse of power di bawah ini!

Abuse of power di Lingkungan Kampus

W iHrXGWD04y8ji8jrU6jlPEEWVLsPxq tIpZ6R3 eMX75Cu7zhdVzaT2FaMkkTV raeXi26BN50677e xUmgOjGv3K0Rz8q3E zL6RPTfjN4sP C60lPUASceDqemwcAxp4K muGfdiAzAS rQO9U0
Sumber: Freepik

Biasanya abuse of power dilakukan oleh para petinggi kampus seperti dosen terhadap mahasiswanya. Para petinggi kampus ini menyalahgunakan kekuasaannya agar mahasiswanya tunduk dan takut terhadap kewenangan yang mereka ciptakan. Berikut contohnya:

  1. Dosen mengeluarkan mahasiswa dari grup kelas mata kuliah hanya karena penggunaan emoticon jempol dengan maksud yang baik. Permasalahan emoticon ini seringkali terjadi karena dosen tersebut menganggap bahwa mengirimkan emoticon merupakan bentuk ketidaksopanan mahasiswa. Dengan mengeluarkan mahasiswa dari grup kelas ini, dosen memperlihatkan penyalahgunaan kekuasaannya terhadap mahasiswa.
  2. Dosen menyuruh mahasiswanya untuk membuat jurnal untuk di upload ke jurnal internasional. Jurnal yang dibuat merupakan jurnal yang tidak ada hubungannya dengan mata kuliah dan juga rancangan pembelajaran yang ada. Terlebih dosen tersebut mewajibkan mahasiswanya untuk mencantumkan namanya, walaupun tidak dibimbing dalam pembuatan materi dari jurnal tersebut. Dosen tersebut juga menerapkan dateline yang sangat mepet. Apabila mahasiswa tersebut melewati deadline yang ditentukan, sudah pasti tidak dapat mendapatkan nilai di atas dari B. Dosen tersebut menyalahgunakan kekuasaannya sebagai dosen agar namanya dapat masuk ke dalam Jurnal Internasional dengan hanya menumpang nama ke dalam jurnal yang dibuat oleh mahasiswanya.

Penerapan ini menyebabkan banyak efek buruk yang diterima para mahasiswa. Pertama, mahasiswa menjadi takut kepada Dosen dan tidak berani untuk mengkritik kinerja dosen. Kedua, mahasiswa menanggung beban berat yang seharusnya tidak ditanggung oleh mereka. Ketiga, mahasiswa menjadi korban dari dosen yang tidak profesional terhadap kinerjanya. Terakhir, mahasiswa pada akhirnya tidak mendapatkan pelajaran yang sesuai dengan mata kuliahnya, dikarenakan dosennya yang tidak bertanggung jawab akan kewajiban yang mereka miliki.

Abuse of Power di Lingkungan Kerja.

YSrQmt2t ssnaHnS7NeE7Mn4iTlhN8fNHpRU3 EO8gXkcCVaZr8F5MK J
Sumber: Freepik

Abuse of Power dalam lingkungan kerja biasanya lebih parah. Saling menjatuhkan dan menjelekkan lebih sering terjadi dan mempunyai efek yang lebih parah. Berikut contoh penerapanya di kantor

  1. Atasan yang tidak bersikap profesional dan memperlakukan karyawannya dengan buruk, hanya karena mood yang sedang tidak bagus.
  2. Atasan yang mengancam karyawannya untuk dipecat apabila kinerja karyawannya sedang tidak baik.
  3. Mempermalukan karyawan di depan rekan kerjanya karena suatu kesalahan.
  4. Mengganggu sampai mengambil alih pekerjaan seorang rekan kerja, agar terlihat lebih baik di depan atasan.
  5. Melakukan pelecehan seksual terhadap karyawan, apabila mereka sedang meminta tolong atau meminta izin untuk melakukan sesuatu

Sangat banyak efek bagi karyawan yang menjadi korban dari abuse of power yang terjadi pada lingkungan kerja sendiri, antara lain adalah.

  1. Karyawan yang menjadi korban rentan terpapar stres.
  2. Produktivitas karyawan menjadi menurun.
  3. Lingkungan kerja menjadi tidak sehat dan kurangnya kepercayaan antar rekan kerja.
  4. Meningginya angka pelecehan seksual di kantor.

Nah, itulah informasi mengenai abuse of power yang sering muncul di kampus dan kantor serta penerapan dan efeknya. Jika kamu sedang menghadapinya, ambillah langkah yang tepat untuk menghindarinya. Semoga keadaanmu lebih membaik kedepannya!

Referensi:
https://glints.com

× Customer Service