Aplikasi Cargo Indonesia Trawlbens

Begini Cara Menghitung Omset dengan Benar, Pebisnis Wajib Tahu!

cara menghitung omset

Table of Contents

Bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia bisnis, harus tahu cara menghitung omset dengan benar. Hal ini penting diperhatikan karena omset sangat berkaitan dengan laba atau keuntungan yang Anda dapatkan. Oleh karena itu, laba harus diperhitungkan dengan baik.

Dalam dunia bisnis, pendapatan atau pemasukan usaha dibagi menjadi dua yaitu pendapatan bersih dan pendapatan kotor. Secara singkat, pendapatan bersih artinya adalah profit sedangkan pendapatan kotor adalah omset.

Untuk lebih jelasnya tentang apa itu omset dan apa perbedaan profit dan omset, simak penjabaran di bawah ini.

Pengertian Omset

Omset merupakan seluruh uang yang didapatkan dari hasil penjualan barang atau produk dalam sebuah bisnis yang dihitung pada periode tertentu. Periode atau jangka waktu bisa dihitung dalam harian, mingguan, bulanan atau bahkan tahunan.

Jumlah pendapatan yang termasuk dalam omset ini masih kotor atau belum dikurangi dengan beban atau biaya lainnya dalam bisnis. Biaya yang dimaksud seperti sewa gedung, biaya operasional, gaji karyawan, biaya pemasaran, biaya listrik dan masih banyak lagi.

Untuk mendapatkan untung yang lebih maksimal, pelaku bisnis kerap melakukan berbagai cara meningkatkan omset. Semakin besar omset yang dimiliki maka akan semakin besar laba yang akan didapatkan.

Baca Juga : 6 Cara Mengatur Keuangan Pribadi Bulanan dengan Cerdas dan Cermat

Perbedaan Profit dan Omset

Profit dan omset memiliki arti yang berbeda. Profit bisa diartikan sebagai pendapatan bersih. Hasil ini didapatkan dengan cara menghitung omset kotor yang sudah dikurangi dengan beban, biaya dan hutang. Profit sering disebut sebagai neto atau laba bersih. Profit menjadi acuan atau tolak ukur untuk menilai sebuah bisnis. Semakin tinggi profit maka semakin besar pula laba yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

Dilihat dari tujuannya, profit juga berbeda dengan omset. Tujuan profit adalah sebagai sumber dana cadangan perusahaan. Sedangkan tujuan omset adalah sebagai sumber dana untuk biaya operasional dan bahan baku.

Cara Meningkatkan Omset

Untuk mendapatkan laba yang besar, maka pebisnis harus tahu cara meningkatkan dan cara menghitung omset harian. Semakin tinggi omset harian yang berhasil didapatkan maka akan semakin besar keuntungan bisa dihasilkan.

Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan omset, antara lain:

1. Lakukan Promosi dan Branding

Salah satu cara paling penting jika ingin mendapatkan omset yang lebih besar adalah dengan melakukan promosi atau branding. Dengan cara seperti ini, akan semakin banyak orang yang mengenal produk Anda sehingga peluang produk terjual juga akan semakin besar. Salah satu cara promosi dan branding yang cukup efektif untuk meningkatkan omset adalah customer loyalty program.

2. Kualitas Produk

Memberikan produk yang berkualitas juga menjadi hal penting dalam cara menghitung profit dan meningkatkan omset bisnis. Produk yang berkualitas akan membuat konsumen tidak ragu untuk membeli dan bukan tidak mungkin akan melakukan repeat order. Selain itu, Anda juga perlu melakukan inovasi agar mampu bersaing dengan competitor.

3. Kualitas Layanan

Memberikan kesan yang baik bagi konsumen juga menjadi salah satu cara meningkatkan omset. Konsumen yang mendapatkan pengalaman berbelanja yang baik cenderung akan melakukan repeat order atau bahkan merekomendasikan produk Anda kepada orang lain. Langkah ini harus dimiliki oleh setiap pebisnis sebagai salah satu cara meningkatkan omset penjualan online yang efektif.

Baca Juga : 5 Cara Mengatur Keuangan Usaha Kecil yang Wajib Dilakukan Pengusaha

Cara Menghitung Omset bagi Pebisnis

Untuk mengetahui omset suatu bisnis, biasa digunakan rumus perhitungan omset. Caranya adalah dengan menghitung total produk yang terjual kemudian dikalikan dengan harga jualnya.

Omset = Jumlah Produk X Harga Jual

Contoh omset penjualan :

Toko A menjual produk sepatu sebanyak 100 pasang dalam kurun waktu satu bulan. Harga satu pasang sepatu adalah Rp 300 ribu.

Cara menghitung omset :

100 x 300.000 = 30.000.000

Jadi omset toko A selama satu bulan adalah sebesar Rp 30.000.000

Omset yang besar belum menjamin pebisnis memiliki profit besar jika beban yang dimiliki juga besar. Agar tidak mengalami kerugian, pastikan Anda tahu bagaimana cara menghitung omset dan profit dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *