Aplikasi Cargo Indonesia Trawlbens

Covid-19 Melonjak Lagi Di China! Apa Saja Dampaknya?

Kasus Covid-19 di China saat ini telah mengalami pelonjakan yang sangat tinggi. Hal ini akan berdampak ke berbagai macam sektor seperti sektor pariwisata dan sektor ekspedisi logistik. 

Pada sektor logistik, pelonjakan Covid-19 ternyata berdampak pada penyelesaian barang di berbagai industri manufaktur. Hal ini mempengarhui ketersediaan yang siap diekspor oleh China ke berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Dikutip dari CNBC, para manager logistik akan memberikan peringatan terhadap klien mereka karena banyak pabrik yang tidak dapat menuntaskan pesanan. Bahkan ekspor barang dari China ke Amerika Serikat mengalami penurunan yang drastis hingga sebesar 40%.

Yuk simak apa saja dampaknya di sektor perekonomian?

Dampak Lonjakan Covid-19 di China Bagi Wisatawan

covid 19
Sumber: pexels.com

Covid-19 di China memang mengalami peningkatan yang sangat drastis. Kendati demikian perjalanan bagi para wisatawan akan tetap dibuka dan diberikan pelonggaran. Tidak hanya untuk wisatawan lokal, perbatasan internasional akan tetap dibuka.

Keputusan ini diambil oleh pemerintah China setelah mengalami tiga tahun penutupa perbatasan dengan Hong Kong dan mengakhiri syarat karantina bagi para wisatawan asing. Keputusan ini dilakukan sebagai upaya terakhir dari kebijakan nol-COVID yang difungsikan untuk melindungi China dari virus dan memisahkan diri dari negara lain.

Investor berharap dengan terbukanya kembali perbatasan internasional di China akan menormalkan perekonomian. Dikutip dari Reuters, diharapkan akan terjadi pertumbuhan perekonomian yang berkisar US$ 17 (Minggu, 8/1/2023) Triliun dalam hampir setengah abad. 

Pembukaan akan dimulai dari “chun yun” pada Sabtu, pariode 40 hari pertama setelah Tahun Baru Imlek, yang sebelum pandemi merupakan sebuah migrasi tahunan terbesar di dunia bagi orang-orang untuk bersinggah di kampung halaman untuk liburan.

Pemerintah China memperkirakan bahwa sekitar 2 miliar orang akan melakukan perjalanan dan hal ini merupakan peningkatan perjalanan sebesar dua kali lipat. Tentunya hal ini dihitung berdasarkan perbandingan tahun lalu dan akan memulihkan perekonomian hingga 70%.

Dampak Lonjakan Covid-19 di China bagi Perekonomian

covid 19
Sumber: pexels.com

Pelonjakan Covid-19 di China memilki dampak yang besar bagi sektor industri manufaktur. Salah satu dampaknya adalah penurunan barang ekspor dari China ke Amerika Serikat yang menyentuh persentase penurunan hingga 40%. 

Setidaknya, sebanyak tiga pelabuhan utama di seluruh China mengalami permasalahan pengiriman logistik dari pelonjakan kasus Covid-19. 

Dikutip dari CNBC, Berikut adalah uraian permasalahan tiga pelabuhan Terbesar di China. 

Pelabuhan Shanghai

Pelabuhan peti kemas nomor satu di dunia, laporan tersebut memperingatkan bahwa “Pembatalan meningkat karena banyak pabrik tidak dapat beroperasi dengan baik karena banyak pekerja yang terinfeksi Covid-19.”

Pelabuhan Shenzhen

Peringatan yang sama juga disorot untuk Pelabuhan Shenzhen, pelabuhan peti kemas terbesar keempat di dunia dan kota yang menjadi rumah bagi produsen Apple. “Pembatalan pemesanan meningkat karena banyak pabrik tidak dapat beroperasi dengan baik karena banyak pekerja yang terkena dampak Covid,” kata laporan itu.

Pelabuhan Qingdao

Qingdao, pelabuhan terbesar keenam di dunia, dilaporkan memiliki pabrik dengan hanya “1/4 tenaga kerja dan tidak dapat memastikan produksi normal.”

Dampak Lonjakan Covid-19 di China Terhadap Harga Minyak Mentah Global

Dampak Lonjakan Covid-19 di China Terhadap Harga Minyak Mentah Global
Sumber: pexels.com

Berbagai macam argumentasi mengenai permintaan minyak per barel memiliki penurunan harga. 

Paling tidak, harga minyak mentah berjenis BRent turun dan menetap pada harga US$77.84 per barrel atau sebesar 5.2 % dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, harga minyak mentah berjenis WTI akan menetap pada angka US$72.84 per barrel atau turun sebesar 5.3%.

Awalnya penurunan harga diakibatkan oleh kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan permintaan BBM yang diakibatkan penurunan ekonomi global. Kekhawatiran ini ditambah dengan peningkatan kasus Covid-19 di China sedang mengalami pelonjakan. Tentunya hal ini akan mempengaruhi permintaan pasar karena permintaan BBM terbesar untuk saat ini berada di China.

Informasi Data Pasien Covid-19 Ditutupi China

Informasi Data Pasien Covid-19 Ditutupi China
Sumber: pexels.com

Walaupun menunjukan peningkatan kasus, tidak terdapat varian baru Covid-19 di China. Data yang telah dipresentasikan kurang memberikan informasi terhadap berapa banyak orang yang terjangkit dan meninggal akibat kasus pelonjakan Covid-19.

Tentunya, hal ini tidak hanya ditakuti oleh bidang perekonomian saja, kasus pelonjakan Covid-19 di China akan terus ditakuti oleh berbagai macam pihak di seluruh dunia.

Referensi: 
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230105072559-85-896337/covid-china-benamkan-harga-minyak-ke-us-72
https://www.cnbc.com/2023/01/05/chinas-new-covid-surge-is-crippling-the-worlds-most-important-factories-and-biggest-ports.html
https://www.cnbcindonesia.com/news/20230108114040-4-403706/duh-china-covid-lagi-meledak-tapi-perbatasan-dibuka

× Customer Service