Dugong, Hewan Langka Yang Sering Ditemukan Terdampar

Dugong
images by: particle.scitech.org.au
Daftar Mitra TrawlBens

TrawlbensTerdamparnya hewan laut ke pesisir pantai seringkali membuat masyarakat sekitar yang hidup di daerah pesisir terkejut Ketika melihat hewan laut terdampar.

Pasalnya, tidak jarang hewan laut yang terdampar merupakan hewan yang memiliki ukuran yang besar seperti hal nya penyu dengan ukuran besar hingga ikan paus bahkan mamalia besar seperti dugong dan lainnya.

Ketika hewan tersebut terdampar ke daerah pesisir yang volume air nya sedikit tentu akan membuat hewan laut kesulitan dalam melakukan aktivitas mereka dan menyebabkan mereka kesulitan untuk Kembali ke habitat mereka. Tidak jarang beberapa dari mereka yang terdampar tidak dapat diselamatkan dan akhirnya mati.

Belum lama ini, warga Sulawesi lagi-lagi dikejutkan dengan terdamparnya seekor dugong yang ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang melakukan aktivitas di sekitar pesisir. Sayangnya mamalia laut tersebut saat ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Terdamparnya seekor dugong di daerah tersebut bukan terjadi untuk pertama kalinya, melainkan sudah pernah terjadi sebelumnya.

Mengenal Dugong, Hewan yang Dilindungi Oleh Undang-Undang

Dugong sendiri merupakan salah satu hewan laut yang termasuk kedalam golongan mamalia dimana Mamalia ini biasanya hidup di perairan yang dangkal. Hewan ini menjadi salah satu bagian dari sapi laut yang masih terus bertahan hidup hingga saat ini.

Biasanya hewan ini memiliki usia atau dapat bertahan hidup dengan rentan waktu 40 hingga 70 tahun.

Duyung tidak dapat disebut ikan karena ia merupakan mamalia yang dapat menyusui anak-anaknya sehingga hal ini lah yang membedakan ia dengan ikan.

Ia juga menjadi satu-satunya sapi laut yang ditemukan di wilayah perairan yang cukup luas, kira-kira di 37 negara sekitar Indo Pasifik.

Mamalia ini memiliki panjang sekitar 2,4 hingga 3 meter, berat 230 hingga 930 kg, dan lahir dalam warna krem pucat yang punggungnya berubah menjadi abu-abu gelap seiring bertambahnya usia.

Tubuh duyung umumnya ditumbuhi rambut pendek dan kulitnya halus, tebal dan keras. Dugong memiliki sirip sepanjang 35 hingga 45 cm di dadanya. Untuk duyung muda, sirip ini bertindak sebagai penggerak, dan untuk duyung dewasa, sirip ini bertindak sebagai kemudi.

Dugong adalah herbivora dan paling sering makan di padang lamun. Hewan ini juga dapat digunakan sebagai indikator biologis kondisi lamun, karena spesies ini hanya menghuni padang lamun dalam kondisi baik. Mungkin ini adalah salah satu spesialisasi dugong.

Meskipun memiliki wilayah habitat yang cukup luas, Sayangnya, ada beberapa hal yang membuat duyung menjadi salah satu hewan yang dilindungi karena berbagai faktor seperti kerusakan lingkungan, perburuan, dan proses penangkaran yang tertunda.

Meski telah disetujui oleh pemerintah Indonesia melalui Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Perlindungan Jenis Tumbuhan dan Satwa, Duyung tetap diburu hidup-hidup untuk dikonsumsi dagingnya.

Meski dilindungi undang-undang, populasi dugong di negara ini terus menurun, dan jika tidak ada tindakan tegas apapun diambil, hal ini dapat membuat duyung bisa punah di Indonesia.

Selain itu, ia diburu untuk air mata yang sebagai bagian dari kepercayaan beberapa kelompok masyarakat, tetapi faktanya air mata duyung hanyalah lendir alami yang dikeluarkan saat ia tidak berada di dalam air. Dan, seperti disebutkan sebelumnya, hilangnya padang lamun juga mengancam kelangsungan hidup dugong.

Perkembangbiakan Dogong

Hewan mamalia satu ini berkembang biak dengan cara melahirkan. Dugong siap untuk berkembang biak sejak usia 10 tahun. selain itu ia memiliki masa kehamilan 12 sampai 14 bulan. Setelah melahirkan, bayi dugong akan menyusu selama 1-2 tahun.

Upaya Melestarikan Dugong dan Habitatnya

Indonesia berpartisipasi dalam perlindungan duyung dengan berpartisipasi dalam proyek dengan negara lain. Proyek Konservasi Dugong dan Lamun (DSCP) 2017 merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia.

Proyek ini dilakukan di berbagai negara dengan fokus pada perlindungan duyung dan habitatnya. DSCP mewajibkan masyarakat untuk melindungi duyung dan habitatnya, memberikan pemahaman tentang cara menangani mamalia laut yang terdampar.

Pemerintah juga bekerja sama dengan konservasionis lokal, termasuk Lokakarya Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Solon (LPSPL Solon). Organisasi ini secara aktif berpartisipasi dalam menjaga populasi mamalia ini bersama masyarakat dengan berbagai program an amal kelautan.
.

Berita sebelumyaJasa Ekspedisi Mataram Ke Papua Kirim 10kg Gratis Pickup
Berita berikutnyaBalapan Pertama WSBK 2021 Di Sirkuit Mandalika