Kain Sasirangan Kain Tenun Nan Indah Asli Banjarmasin

Kain Sasirangan
Daftar Mitra TrawlBens

TRAWLBENS – Kain Sasirangan mungkin kalah tenar dibandingkan kain lainnya khas nusantara seperti kain ulos dan kain batik yang sudah banyak kita ketahui bahkan kita gunakan dikeseharian kita, kain sasirangan sendiri berasal dari Banjarmasin di Kalimantan Selatan, Kain sasirangan merupakan kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan yang diwariskan secara turun-temurun. Merujuk Hikayat Banjar, kain ini sudah dibuat pada sekira abad ke-7 dengan nama kain langgundi. Kisahnya, sesuai pesan ayahnya lewat mimpi, Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Dipa bertapa untuk mencari raja selama 40 hari 40 malam di atas rakit mengikuti arus sungai.

Kain sasirangan dipercaya memiliki kekuatan magis yang bermanfaat untuk pengobatan (batatamba) serta mengusir dan melindungi diri dari gangguan roh jahat. Agar bisa digunakan sebagai alat pengusir roh jahat atau pelindung badan, kain sasirangan dibuat berdasarkan pesanan. Pembuatannya pun tak boleh sembarangan. Harus melewati persyaratan khusus berupa upacara selamatan. Pemberian warnanya pun disesuaikan peruntukannya. Misalnya, warna kuning untuk menyembuhkan penyakit kuning, merah untuk sakit kepala atau insomnia, hijau untuk sakit lumpuh atau stroke, hitam untuk demam dan kulit gatal-gatal, ungu untuk sakit perut, serta coklat untuk penyakit kejiwaan atau stres. Begitu pula bentuk dan cara penggunaannya. Sarung (tapih bumin) untuk mengobati demam atau gatal-gatal; kemben (udat) untuk menyembuhkan diare, disentri, kolera, dan penyakit perut lainnya; kerudung (kakamban) yang dililitkan di kepala atau disampirkan sebagai penutup kepala untuk mengatasi migraine; serta ikat kepala (laung) untuk penyakit kepala seperti pusing atau kepala berdenyut-denyut. Kain ini juga digunakan sebagai pakaian adat oleh kalangan rakyat biasa ataupun keturunan bangsawan. Arus globalisasi mode menggerus dan mengubah fungsi kain sasirangan. Nilai-nilai sakral memudar. Kain ini mengalami desakralisasi sehingga berubah menjadi pakaian sehari-hari. Ia juga dibuat untuk gorden, taplak meja, seprai, hingga sapu tangan.

Nama sasirangan dipakai sesuai cara atau proses pembuatan kain ini, yaitu “sa” berarti satu dan “sirang” berarti jelujur. Kain ini dibuat dengan teknik tusuk jelujur, kemudian diikat dengan benang atau tali dan dicelup ke pewarna pakaian. Banyak orang menyebut kain sasirangan sebagai “batik Banjar”. Padahal proses pembuatannya berbeda dari batik yang menorehkan lilin dengan canting. Pada mulanya kain sasirangan menggunakan bahan dasar dari benang kapas atau serat kulit kayu. Seiring kemajuan teknologi, sasirangan dibuat dari bahan lain seperti sutera, satin, santung, balacu, kaci, polyster, hingga rayon.

Pewarnaannya semula menggunakan bahan-bahan alami. Misal, warna kuning didapat dari kunyit atau temulawak; merah berasal dari buah mengkudu, gambir, dan kesumba; hijau dari kabuau atau uar; ungu dari biji buah gandari; dan coklat dari kulit buah rambutan. Namun kini lebih banyak pengrajin menggunakan pewarna sintetis. Seperti kain pada umumnya, kain sasirangan memiliki banyak motif. Di antaranya sarigading, ombak sinapur karang (ombak menerjang batu karang), hiris pudak (irisan daun pudak), bayam raja (daun bayam), kambang kacang (bunga kacang panjang), naga balimbur (ular naga), daun jeruju (daun tanaman jeruju), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), kulat karikit (jamur kecil), gigi haruan (gigi ikan gabus), turun dayang (garis-garis), kangkung kaombakan (daun kangkung), jajumputan (jumputan), kambang tampuk manggis (bunga buah manggis), dara manginang (remaja makan daun sirih), putri manangis (putri menangis), kambang cengkeh (bunga cengkeh), awan beriring (awan sedang diterpa angin), benawati (warna pelangi), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), turun dayang (garis-garis), dan sisik tanggiling. Selain itu, di tangan-tangan para pengrajin kreatif, muncul beragam motif yang tak kalah indah.

Baca Juga : Cappadocia Tujuan Wisata Incaran Setelah Web Series “Layangan Putus”

Seiring dengan berkembangnya industri kain sasirangan di Banjarmasin, banyak juga warga Banjarmasin yang sudah melakukan urbanisasi ke kota-kota besar pun membeli kain tersebut langsung dari pengrajinnya di Banjarmasin dan juga permintaan dari luar Banjarmasin yang menyukai bentuk dan motif dari kain tersebut. Jika kamu termasuk dari pengrajin kain sasirangan di wilayah Banjarmasin, saat ini TRAWLBENS hadir dan siap membantu kamu melakukan pengiriman kain sasirangan maupun barang lainnya dari kota Banjarmasin ke seluruh wilayah Indonesia, dengan jaminan harga termurah se-Indonesia TRAWLBENS sebagai spesialis pengiriman barang diatas 10Kg dapat menjadi solusi untuk kamu warga Banjarmasin khususnya pelaku UMKM di Banjarmasin.

Previous articleCappadocia Tujuan Wisata Incaran Setelah Web Series “Layangan Putus”
Next article5 Tips Packing Barang yang Aman dan Siap Kirim