2 Bacaan Niat Sholat Ashar Lengkap Tata Caranya

Niat Sholat Ashar
Images by: rawpixel.com
Daftar Mitra TrawlBens

Trawlbens – Niat sholat ashar sebenarnya tidak termasuk ke dalam rukun sholat atau syarat sah sholat. Namun, mengetahui niat sholat dan mengamalkannya memiliki kebaikan tersendiri bagi sebagian orang.

Terkait niat untuk sholat ashar, ada beberapa hal yang perlu dipahami seperti lafal dan tata cara pengucapannya.

Tentang Sholat Ashar

Sholat ashar adalah salah satu sholat wajib lima waktu yang sudah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada setiap hambanya. Sholat ashar dikerjakan sebanyak 4 rakaat setelah waktu sholat dzuhur dan sebelum waktu sholat maghrib.

Waktu sholat ashar diawali ketika panjang bayangan benda sama dengan panjang bendanya. Sementara waktu sholat ashar berakhir sampai menjelang matahari terbenam.

Meski waktu sholat ashar hingga menjelang matahari terbenam, Anda sebaiknya menghindari kebiasaan menunda waktu sholat ashar.

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam sudah memperingatkan mengenai sifat orang yang sholat ashar menjelang sholat maghrib. Hal ini sebagaimana termaktub di dalam hadist Anas dalam HR. Muslim nomor 622.

Di dalamnya beliau shalallahu alaihi wa salam bersabda bahwa sholat ashar mendekati maghrib adalah sholatnya orang munafik.

Orang tersebut duduk menanti matahari yang berada di antara dua tanduk setan kemudian melaksanakan sholat dengan cepat. Orang ini tiada mengingat Allah kecuali sedikit saja.

Sehingga Rasulullah memerintahkan umatnya untuk sholat ashar di awal waktu. Allah juga memberi banyak keutamaan bagi mereka yang mengerjakan sholat ashar seperti di dalam HR Bukhari dan Muslim Allah mengibaratkan orang yang melewatkan sholat ashar seolah telah kehilangan keluarga dan harta.

Niat Sholat Ashar Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan untuk niat sholat termasuk niat sholat ashar, sedikit berbeda bagi Anda yang menjalankan sholat secara munfarid atau berjamaah.

Bagi yang melaksanakan sholat secara berjamaah, maka di salah satu bacaan niat terdapat kata “makmuman atau imaman” tergantung posisinya sebagai imam atau makmum.

1. Lafal Niat untuk Sholat Ashar Berjamaah

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.

Usholli fadlol ashri arba’a roka’aataim mustaqbilal qiblati adaa-an makmuman/imaman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu ashar empat rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala”

2. Lafal Niat untuk Sholat Ashar Munfarid (Sendirian)

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Usholli fadlol ashri arba’a roka’aataim mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu ashar empat rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Tata Cara Menghadirkan Niat Sholat Ashar yang Sesuai Tuntunan

Amalan seseorang bergantung kepada niatnya, tidak terkecuali ibadah sholat ashar maka juga bergantung kepada niat sholat ashar.

Agar ibadah Anda diterima, tentu tidak cukup hanya dengan mengetahui tata cara sholat ashar yang benar, akan lebih lengkap juga mengetahui cara menghadirkan niat yang benar.

1. Niat Dihadirkan dari Hati Sudah Cukup

Sebenarnya, tidak ada ketentuan khusus bahwa hati harus dilafadzkan di mulut ketika akan sholat. Niat adalah perkara hati, apakah seseorang tersebut sholat karena Allah atau bukan maka hanya orang tersebut dan Allah yang tahu.

Oleh karena itu, niat untuk melaksanakan sholat ashar sebenarnya cukup dari dalam hati saja. Ulama-ulama besar mengajarkan kapan niat tersebut dihadirkan di dalam hati yakni saat seseorang sudah mulai mengangkat tangan untuk bertakbir.

Ketika niat untuk melaksanakan sholat ashar sudah hadir di dalam jiwa, maka itu artinya perhatian dan fokus orang tersebut hanyalah untuk beribadah kepada Allah saja.

2. Niat Bisa Dihadirkan dalam Bahasa Apapun

Niat sholat ashar tidak termasuk ke dalam rukun sholat meskipun sangat mempengaruhi diterimanya ibadah sholat sebagai pahala di sisi Allah.

Oleh karena tidak termasuk ke dalam rukun sholat, maka niat dalam sholat ashar sebenarnya tidak harus dalam bahasa Arab.

Niat bisa Anda hadirkan di dalam hati dalam bahasa apapun yang Anda mengerti, misalnya bahasa Indonesia atau bahasa daerah sekalipun. Allah Maha Mengetahui sehingga Allah tentu saja paham apa yang Anda maksudkan.

Menghadirkan niat dalam bahasa apapun yang Anda pahami sama seperti doa yang tidak harus dalam bahasa Arab. Hal ini berbeda dengan rukun bacaan dalam sholat yang sudah diatur kalimatnya dalam bahasa Arab.

3. Kalimat Niat Tidak Baku

Kalimat niat dalam sholat ashar maupun sholat-sholat lainnya tidak diatur harus seperti apa. Hal ini berbeda dari bacaan di dalam sholat yang sudah diatur.

Setiap orang yang akan sholat bebas untuk menghadirkan niat dalam kalimat apapun. Sebagai contoh, Anda bisa menghadirkan niat dalam hati seperti berikut:

“Saya berniat sholat ashar karena Allah ta’ala”.

Hal terpenting adalah niat melaksanakan ibadah yang Anda hadirkan di dalam hati tersebut memang murni dilakukan untuk menyembang Allah ta’ala. Hal ini karena sebagai manusia, kita sangat mudah terjerumus dalam perilaku riya’ yang merupakan syirik kecil.

4. Niat juga Boleh Dilafadzkan

Terlepas dari ketiga poin di atas, lantas bagaimanakah hukumnya jika seseorang ingin melafadzkan niatnya di bibir? Maka jawabannya tidak apa-apa terutama jika orang tersebut melafadzkan niatnya di bibir karena memiliki penyakit was-was, sehingga melafadzkan dapat membantunya untuk lebih khusyu’ beribadah.

Hal ini sebagaimana pendapat jumhur ulama baik madzhab Al Hanafiyah, Al Malikiyyah, Hanabillah dan Al-Syafi’iyyah. Di dalam kitab Al Asybah wa Al Nazoir halaman 41, dijelaskan oleh ulama madzhab al Hanafiyyah bahwa melafalkan niat sebelum sholat merupakan perilaku mustahhab atau disukai.

Sementara di dalam kitab Hasyiyah Al Dusuqi, jumhur ulama madzhab Al Malikiyyah berpendapat bahwa melafalkan niat sebelum sholat memang menyelisihi yang lebih utama, yakni tidak melafalkannya dan hanya dihadirkan di dalam hati.

Meski begitu, hal tersebut dikecualikan untuk orang dengan penyakit ragu-ragu karena melafalkan niat dapat membantu orang tersebut menghilangkan keragu-raguan.

Di dalam kitab Mughni Al Muhtaj juga dijelaskan mengenai pendapat jumhur ulama bermadzhab Imam Syafi’iy dan madzhab Imam Ahmad bin Hambal.

Mereka berpendapat bahwa melafalkan apa yang diniatkan sebelum takbiratul ihram adalah Sunnah karena bisa membantu hati lebih fokus dan tenang.

Rukun Sholat Ashar

Rukun dalam sholat ashar sebenarnya sama saja dengan rukun sholat lima waktu lainnya. Berikut rukun sholat yang harus dijalankan:

1. Sholat dalam kondisi berdiri bagi yang mampu, jika tidak duduk, jika tidak tidur menyamping.

2. Takbiratul ihram dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.

3. Membaca surat Al Fatihah di semua rakaat.

4. Ruku’ dan thuma’ninah ketika ruku’. Thuma’ninah adalah keadaan tenang yang mana setiap persendian tubuh juga ikut tenang.

5. I’tidak sesudah ruku’ dan thuma’ninah.

6. Sujud dan thuma’ninah ketika sujud. Sujud dilakukan di tujuh bagian anggota badan, yakni dahi begitupun hidung, kedua telapak tangan kanan dan kiri, lutut kanan dan kiri serta ujung kaki kanan dan kiri

7. Duduk di antara dua sujud dan thuma’ninah.

8. Duduk tasyahud akhir dan ucapkan bacaan tasyahud “at tahiyatu lillah…”

9. Bersholawat kepada nabi setelah membaca bacaan tasyahud akhir.

10. Salam.

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam sendiri memang tidak pernah memberikan contoh pasti terkait niat sholat ashar.

Sehingga setiap orang sebenarnya bebas untuk menghadirkan niatnya dengan bahasanya masing-masing selama memiliki makna yang sama. Hal paling penting adalah memurnikan niat untuk Allah.

Berita sebelumyaBacaan Niat Sholat Dzuhur Lengkap Mudah Dipahami
Berita berikutnyaJasa Ekspedisi Jakarta Bengkulu Kirim 10kg Gratis Jemput