Bacaan Niat Sholat Dzuhur Lengkap Mudah Dipahami

Niat Sholat Dzuhur
Images by: freepik.com
Daftar Mitra TrawlBens

Trawlbens – Niat sholat dzuhur hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala harus sudah ditancapkan sejak awal di dalam sanubari seorang hamba yang akan menjalankan ibadah sholat dzuhur.

Memurnikan niat ibadah hanya untuk Allah adalah salah satu syarat sebuah ibadah bernilai pahala di sisi Allah.

Tentang Sholat Dzuhur

Sholat dzuhur adalah salah satu sholat wajib lima waktu yang dikerjakan sebanyak 4 rakaat. Karena termasuk ke dalam sholat wajib, hukum meninggalkan sholat dzuhur adalah dosa besar apalagi sholat merupakan tiang dalam agama.

Sholat dzuhur wajib dikerjakan dalam rentang waktu yang sudah ditentukan. Waktu masuk sholat dzuhur adalah sejak tergelincirnya matahari dari ufuk barat sampai memasuki waktu sholat ashar.

Sebagaimana sholat-sholat lainnya, terkecuali sholat isya, sholat dzuhur sebaiknya dilaksanakan di awal waktu.

Niat Sholat Dzuhur dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Mengenai bacaan niat sholat misalnya sholat dzuhur dibagi berdasarkan sholat yang dilaksanakan apakah sholat berjamaah atau sholat sendirian (munfarid). Berikut adalah bacaan niat untuk melaksanakan sholat dzuhur:

1. Bacaan Niat Sholat Dzuhur Munfarid

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Usholli fardlon dhuhri arba’a rok’aataim mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu dhuhur empat rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

2. Bacaan Niat Sholat Dzuhur Berjamaah

أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.

Usholli fadlol dhuhri arba’a roka’aataim mustaqbilal qiblati adaa-an makmuman/imaman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu dhuhur empat rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala

Panduan Melafalkan Niat Sholat Dzuhur yang Sesuai Tuntunan

Diterimanya amalan seseorang itu ditentukan oleh dua hal yakni niat dan tata caranya sesuai syariat.

Oleh karena itu agar sholat dzuhur kita diterima, maka kita harus memahami bagaimana cara menghadirkan niat sholat dzuhur yang benar di samping memahami tata cara pelaksanaan sholat yang sesuai tuntunan.

1. Niat Cukup Dihadirkan di Dalam Hati

Sebagaimana di dalam hadist yang terkenal bahwa perbuatan seseorang beserta balasan bagi setiap orang bergantung apa yang diniatkannya. Jika seseorang hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut kepada Allah dan Rasul-Nya.

Perkara niat adalah perkara yang ghaib, yakni tidak tampak dan tidak bisa diketahui oleh orang lain selain orang yang akan beribadah tersebut dan Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Mengetahui.

Oleh karena itu, menurut pandangan jumhur ulama madzhab Imam As-Syafi’iy, niat cukup dihadirkan di dalam hati.

Niat tersebut sudah harus hadir di dalam hati bersamaan dengan terangkatnya kedua tangan untuk melakukan takbiratul ihram.

Niat tidak perlu diucapkan di mulut baik dengan cara jahr (jelas) atau sirr (lirih). Ketika niat sudah hadir di dalam hati, maka fokus dan perhatian seseorang harus terpusat pada Allah saja.

2. Niat Bisa dalam Bahasa Apapun

Jika Anda kesulitan untuk menghapalkan bacaan ataupun doa dalam bahasa Arab, tidak perlu khawatir karena niat untuk sholat tidak wajib dihadirkan dalam bahasa Arab.

Sama seperti doa setelah sholat, niat bisa dihadirkan di dalam hati dalam bahasa apapun yang Anda mudah menyampaikannya.

Allah Maha Mengetahui termasuk mengetahui bahasa apapun yang digunakan hambanya. Oleh karena itu, tidak masalah jika Anda menghadirkan niat tersebut dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa Inggris, dan sebagainya.

Lafadz niat dalam bahasa selain bahasa Arab tidak membatalkan sholat karena sholat baru dimulai semenjak tangan diangkat untuk mengucapkan takbiratul ihram.

Sehingga apapun yang Anda ucapkan meskipun di luar bahasa Arab tidak akan membatalkan sholat.

Bacaan niat di luar bacaan sholat sehingga tidak membatalkan sholat. Namun, jika Anda sudah dalam keadaan sholat, maka Anda tidak boleh mengucapkan kata di luar bacaan dzikir dan yang telah dicontohkan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam.

3. Kalimat Bacaan Tidak Ditetapkan

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam tidak mencontohkan bagaimana lafadz niat sholat dzuhur.

Oleh karena itu, tidak ada ketetapan pasti mengenai bagaimana lafadz niat sholat yang benar. Anda sebenarnya dibebaskan untuk menghadirkan lafadz niat dalam kalimat apapun.

Anda bisa menghadirkan niat untuk sholat sebagaimana yang Anda nyaman mengucapkannya selama maknanya sama, yakni sholat untuk Allah subhanahu wa ta’ala.

Misalnya Anda bisa menghadirkan niat dalam bahasa Indonesia dengan kalimat “Saya berniat sholat dzuhur karena Allah ta’ala.”

Hal terpenting di dalam niat adalah memurnikan ibadah tersebut hanya kepada Allah saja dan bukan untuk hal lainnya seperti untuk menyenangkan makhluk lainnya.

Menghadirkan niat di dalam hati sebelum sholat akan membuat orang tersebut lebih fokus ketika beribadah sehingga lebih khusyu’ dari pikiran lainnya.

4. Melafadzkan Niat Sholat Dzuhur di Mulut

Ketetapan jumhur ulama dan berdasarkan apa yang sudah dicontohkan Rasulullah, niat sholat tidak perlu dilafadzkan di mulut baik itu secara jahr (jelas) ataupun sirr (lirih). Namun, bagaimanakah hukumnya jika niat dilafadzkan di mulut?

Jumhur ulama memang berbeda pendapat mengenai hal ini. Namun, mayoritas ulama baik dari madzhab Al Hanafiyah, Al Malikiyyah, Ahmad bin Hambal dan As-Syafi’iyyah berpendapat bahwa melafadzkan niat di mulut tidaklah berdosa bahkan beberapa berpendapat disukai (mustahhab).

Hukum melafadzkan niat menjadi mustahhab terutama bagi mereka yang memiliki penyakit was-was atau ragu-ragu. Penyakit was-was atau ragu-ragu dapat mengganggu fokus dan kekhusyu’an ketika sholat, sehingga jika dengan melafadzkan niat menjadi fokus maka melafadzkan niat disunnahkan atau disukai.

Hal ini sebagaimana termaktub di dalam kitab Al Asybah wa Al Nazoir halaman 41, kitab Hasyiyah Al Dusuqi dan kitab Mughni Al Muhtaj.

Rukun Sholat Dzuhur

Sebagaimana sholat wajib lima waktu lainnya, rukun pelaksanaan sholat dzuhur sebenarnya sama saja yakni diawali dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Berikut rukun sholat dzuhur yang harus dipahami:

1. Berdiri untuk melaksanakan sholat bagi yang mampu. Allah memberi keringanan untuk mereka yang tidak mampu berdiri untuk melaksanakan sholat dengan cara duduk. Namun, jika tidak bisa dapat sholat dengan posisi tidur menyamping.

2. Mengangkat kedua tangan untuk takbiratul ihram dan mengucapkan “Allahu Akbar”.

3. Membaca surat Al Fatihah di setiap rakaat sholat. Rasulullah shalalllahu alaihi wa salam bersabda bahwa tidak sah sholat orang yang tidak membaca surat Al Fatihah.

4. Ruku’ serta thuma’ninah ketika ruku’. Rasulullah memerintahkan umatnya untuk

thuma’ninah yakni posisi tenang dimana setiap persendian juga ikut tenang.

5. I’tidal bangun setelah ruku’ dan thuma’ninah.

6. Sujud serta thuma’ninah saat sujud, sehingga tidak boleh terburu-buru. Posisi dahi harus menempel pada permukaan sujud.

Sujud dilaksanakan di tujuh bagian anggota badan yaitu dahi dan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut kanan dan kiri dan juga ujung jari kaki kanan dan kiri.

7. Bangun dari sujud kemudian duduk di antara dua sujud dan thuma’ninah.

8. Duduk tasyahud akhir dan membaca bacaan tasyahud akhir “at tahiyatu lillah…”

9. Mengucapkan sholawat atas Nabi Muhammad.

10. Salam.

Anda sebenarnya dibebaskan untuk melafadzkan niat sholat dzuhur dalam kalimat dan bahasa apapun. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam sendiri tidak pernah mencontohkan lafadz niat dalam sholat.

Terlepas dari bunyi bacaannya, paling penting adalah niat dalam ibadah harus dimurnikan hanya untuk Allah saja.

Berita sebelumyaJasa Ekspedisi Jakarta Gorontalo Gratis Jemput
Berita berikutnya2 Bacaan Niat Sholat Ashar Lengkap Tata Caranya