4 Bacaan Niat Sholat Jenazah Lengkap

Niat Sholat Jenazah
Images by: detik.com
Daftar Mitra TrawlBens

Trawlbens – Niat sholat jenazah harus dihadirkan dalam hati orang yang akan menyolatkan jenazah seorang muslim.

Hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah sehingga wajib dikerjakan oleh sebagian kaum muslimin. Jika tak ada yang menyolatkan, maka semua kaum muslim telah berdosa karena melalaikan kewajiban mereka.

Pengertian Sholat Jenazah

Sholat jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah sehingga wajib dikerjakan oleh sebagian kaum muslimin yang mampu.

Sholat jenazah adalah salah satu hak mayit yang harus ditunaikan oleh siapa saja yang memungkinkan untuk melakukannya, misalnya tetangga, karib kerabat yang dekat, dan sebagainya.

Jika dilihat keseluruhannya, ada tempat hak mayit yang harus ditunaikan yakni memandikan jenazah, mengkafani jenazah, menyolatkan jenazah kemudian baru menguburkan jenazah secara sempurna.

Hukum menyolatkan jenazah berdasarkan perintah langsung dari Rasulullah shalallahu alaihi wa salam.

Salah satu hadist wajibnya sholat jenazah adalah hadist yang diriwayatkan dari Zaid bin Khalid al Juhani bahwa seorang laki-laki dari sahabat Rasulullah meninggal dunia di perang Khaibar.

Mendengar hal tersebut, Rasulullah shalallahu alaihi wa salam memerintahkan sahabat untuk menyolati orang tersebut.

Hukum wajibnya sholat jenazah dikecualikan atas dua golongan yakni anak kecil yang belum baligh serta orang yang mati syahid. Hadist dikecualikannya anak kecil belum baligh dari kewajiban menyholatinya adalah hadist dari Aisyah radiyallahu anhuma.

Hadist tersebut menceritakan bahwa saat putera Rasulullah yakni Ibrahim wafat, beliau tidak menyolatinya. Saat itu Ibrahim putera Rasulullah baru berusia 18 bulan. Namun, meski dikecualikan bukan berarti dua golongan ini tidak boleh disholatkan.

Beberapa kali Beliau shalallahu alaihi wa salam juga menyholatkan dua golongan ini di kesempatan berbeda. Disunnahkan untuk menyholatkan mayit dalam tiga shaff dari kaum muslimin meskipun jumlah jamaah tidak banyak.

Hal ini berdasarkan hadist riwayat dari Martsad al Yazani bahwa seseorang wafat kemudian disholatkan sebanyak 3 shaff maka wajib atas si mayit tersebut mendapat syafa’at.
Niat Sholat Jenazah Lengkap Arab, Latin dan Arti

1. Niat Sholat Jenazah Sendirian dan Jenazah Laki-Laki

أُصَلِّيْ عَلَى هٰذَا الـمَيِّتِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alâ hâdzal mayyiti fardlan lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Aku niat shalat atas jenazah (laki-laki) ini fardhu karena Allah ta’âlâ.”

2. Niat Sholat Jenazah Sendirian dan Jenazah Perempuan

أُصَلِّي عَلَى هٰذِهِ الـمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alâ hâdzihil mayyitati fardlan lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Aku niat shalat atas jenazah (perempuan) ini fardhu karena Allah ta’âlâ.”

3. Niat Sholat Jenazah Berjamaah untuk Jenazah Pria

Jika jenazah disholatkan secara berjamaah bersama-sama dengan imam, maka bacaan niat bisa seperti di bawah ini (baik untuk imam dan makmum):

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.”

Arti: “Saya niat sholat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala.”

4. Niat Sholat Jenazah Berjamaah untuk Jenazah Perempuan

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Usholli ‘ala hadzahihil mayyitati arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.”

Arti: “Saya niat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala.”

Cara Melafalkan Niat Sholat Jenazah

Terkait dengan cara melafalkan niat untuk pelaksanaan sholat jenazah, mayoritas ulama berpendapat bahwa niat cukup dihadirkan di dalam hati saja tanpa perlu dilafalkan di bibir.

Menghadirkan niat di dalam hati juga cukup bersamaan dengan diangkatnya tangan untuk melaksanakan takbiratul ihram.

Apabila Anda belum hapal lafadz niat sholat jenazah dalam bahasa Arab, Anda bisa menghadirkan niat sholat dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa yang Anda nyaman menggunakannya. Niat sholat dilakukan di luar sholat sehingga tidak harus dalam bahasa Arab.

Rukun Sholat Jenazah

Sholat Jenazah tata caranya sedikit berbeda dibandingkan dengan tata cara sholat pada umumnya baik sholat lima waktu ataupun sholat Sunnah.

Terkait tata cara sholat jenazah bisa dilihat salah satunya di kitab Tausyih ala Ibni Qasim karangan Syekh Muhammad Nawawi al Bantani. Ada 7 rukun sholat jenazah:

1. Berniat

Rukun pertama adalah menghadirkan niat untuk menyolatkan jenazah. Kalimat niat bisa menggunakan contoh yang ditulis di atas.

2. Berdiri

Sholat jenazah harus dilakukan dalam posisi berdiri. Hal ini karena sholat jenazah terkategori sholat wajib meskipun wajib kifayah sehingga dihukumi bagaimana pelaksanaan sholat fardu lima waktu pada umumnya yakni dilaksanakan dengan cara berdiri.

Namun, bagi orang yang tidak mampu berdiri namun ingin ikut menyolatkan mayit, maka bisa dilakukan dalam posisi duduk. Hal ini seperti halnya rukhsah dalam pelaksanaan sholat fardhu.

3. Bertakbir Sebanyak Empat Kali

Takbir empat kali termasuk ke dalam rukun sholat jenazah dan termasuk di dalamnya adalah takbiratul ihram.

Apabila jumlah takbir yang dilakukan kurang dari 4, maka sholat jenazah dihukumi tidak sah. Saat membaca takbir disunnahkan untuk mengangkat kedua tangan sejajar kedua pundak.

Di antara empat kali takbir tersebut diselingi dengan masing-masing bacaan dan doa. Terkait bacaan dan doa yang dipanjatkan selanjutnya akan dibahas di bawah.

4. Membaca Surat Al Fatihah

Pada takbir yang pertama yakni takbiratul ihram, bacaan yang dibaca adalah surat al Fatihah. Cara membaca surat Al Fatihah adalah dengan melirihkan suara sehingga bacaan tersebut hanya dapat terdengar oleh diri sendiri.

Sebelum membaca surat Al Fatihah, disunnahkan untuk membaca ta’awwuds namun tidak perlu membaca doa iftitah. Hal ini karena doa iftitah terlalu panjang sementara sholat jenazah sebaiknya dilakukan dengan ringkas.

5. Membaca Sholawat

Setelah takbir kedua, bacaan yang dibaca adalah sholawat atas Rasulullah shalallahu alaihi wa salam. Bacaan minimal sholawat untuk sholat jenazah adalah Allahumma shalli ‘ala sayyidinia Muhammad.

Namun, Anda juga bisa membaca bacaan sholawat yang lebih panjang yakni sholawat Ibrahimiyyah.

Bacaan sholawat Ibrahimiyyah adalah bacaan sholawat yang dibaca ketika duduk tasyahud akhir pada sholat fardhu 5 waktu yang diawali dengan “Allahumma shalli ‘ala sayyidinia Muhammad…. fil ‘alamina innaka hamidun majid”.

6. Mendoakan si Mayit

Pada takbir yang ketiga, bacaan yang dibaca adalah doa untuk jenazah. Minimal bacaan doa untuk jenazah dibedakan berdasarkan jenis kelamin si mayit. Pembedanya hanya ada pada kata “hu” untuk laki-laki dan “ha” untuk perempuan.

Pada laki-laki, maka bacaan doanya adalah “Allahumaghfir lahu” sementara untuk perempuan adalah “Allahumaghfir laha”. Arti doa tersebut yakni “Ya Allah, ampunilah dia (laki-laki atau perempuan)”.

Setelah membaca doa di atas, selanjutnya orang yang menyolatkan jenazah melanjutkannya dengan takbir yang keempat.

Pada takbir yang keempat, disunnahkan untuk membaca beberapa doa yang mendoakan kebaikan baik bagi jenazah dan orang yang ditinggalkan. Berikut bacaan untuk jenazah laki-laki:

Allâhumma lâ tahrimnâ ajrahu wa la taftinna ba’dahu waghfir lanâ wa lahu

Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Sementara untuk jenazah wanita, maka bacaannya diganti pada kata “hu” dengan “ha”. Berikut bacaan yang dibaca untuk jenazah perempuan:

Allâhumma lâ tahrimnâ ajrahâ wa la taftinna ba’dahâ waghfir lanâ wa lahâ
Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Jika Anda belum hapal doa di atas, maka tidak apa jika tidak membacanya karena hukumnya Sunnah. Namun, sebaiknya dicoba untuk dihapalkan sebelum sholat.

7. Mengucapkan Salam

Setelah orang yang menyolatkan jenazah sudah melaksanakan takbir keempat dan membaca doa yang disunnahkan, rukun sholat jenazah selanjutnya adalah mengucapkan salam.

Bacaan salam yang diucapkan pada sholat jenazah sama dengan sholat lima waktu dan sholat sunnah yang umum dilakukan.

Disunnahkan untuk menghadapkan wajah ke kanan pada salam yang pertama. Selanjutnya ucapkan salam kedua dengan menghadapkan wajah ke kiri.

Niat sholat jenazah memang tidak harus dilafalkan di bibir baik secara jahr atau jelas maupun secara sirr atau lirih.

Namun, niat untuk menyolatkan jenazah harus ditujukan karena Allah dan harus dihadirkan sejak Anda akan mengangkat tangan untuk takbiratul ihram.

Berita sebelumyaJasa ekspedisi Jakarta Ambon Murah – Kirim 10kg Gratis Jemput
Berita berikutnyaJasa Ekspedisi Jakarta Sidoarjo Murah, Kirim 10kg Gratis Jemput