2 Niat Sholat Witir Beserta Tata Cara yang Mudah Dipahami

Niat Sholat Witir
Images by: Pinterest.com
Daftar Mitra TrawlBens

Trawlbens – Niat sholat witir dihadirkan atau bisa juga dilafadzkan ketika Anda akan melaksanakan sholat witir sebagai penutup sholat malam.

Sholat witir sendiri adalah salah satu amalan ibadah yang sangat disarankan untuk dikerjakan (Sunnah muakkad). Ada banyak keutamaan melaksanakan sholat witir setiap malam.

Pengertian Sholat Witir

Kata witir menurut bahasa bermakna ganjil. Sholat witir sendiri merupakan penutup sholat malam yang dikerjakan dengan jumlah yang ganjil. Sholat witir sebaiknya dikerjakan secara munfarid (sendiri) kecuali di bulan Ramadhan.

Jumlah sholat witir sendiri tidak ditetapkan secara pasti harus berapa rakaat. Namun, Rasulullah mencontohkan bahwa sholat witir dilakukan dengan jumlah rakaat yang ganjil mulai dari 3, 5 dan seterusnya. Bahkan Beliau shalallahu alaihi wa salam juga tidak melarang umatnya sholat witir 1 rakaat.

Namun, melaksanakan sholat witir 1 rakaat dihukumi makruh apabila dilakukan terus-menerus tanpa halangan tertentu. Jumlah rakaat yang paling sempurna adalah hingga 11 rakaat dan tidak ada yang lebih dari ini.

Mengenai waktu pelaksanaan sholat witir, mayoritas ulama berpendapat bahwa waktu pelaksanaannya adalah sesudah melaksanakan sholat isya hingga terbitnya fajar shadiq.

Hal ini termaktub di dalam kitab al Fiqhul Islami wa Adillatuh karya Syekh Wahbah Zuhaili.
Di dalam kitabnya beliau menjelaskan bahwa kesunnahan melaksanakan sholat witir ada tatkala seseorang sudah menjalankan sholat isya’. Sehingga seseorang tidak bisa dan tidak sah melaksanakan sholat witir apabila belum melaksanakan sholat isya.

Namun, Allah telah menetapkan waktu terbaik untuk melaksanakan sholat witir sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam yakni di akhir malam.

Sholat witir sebagaimana yang disabdakan Beliau di dalam hadist bahwa sholat witir hendaknya dijadikan sebagai penutup sholat malam.

Namun, jika Anda khawatir tidak bisa bangun malam untuk sholat witir, maka tidak mengapa sholat witir setelah sholat isya dengan jumlah ganjil (3, 5 seterusnya).

Jika lalu bangun untuk sholat malam seperti tahajud, maka sholat witir untuk menutup sholat malam tersebut dengan jumlah genap yakni 2 atau 4.

Niat Sholat Witir Lengkap Arab, Latin, dan Arti

1. Niat Sholat Witir Satu Rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan minal witri rak’atan lillahi ta’âlâ

Artinya, “Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”

2. Niat Sholat Witir Dua Rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan minal witri rak’ataini lillahi ta’âlâ

Artinya, “Aku niat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Terkait Niat Sholat Witir

1. Niat Cukup Dihadirkan di Dalam Hati

Niat sholat witir cukup dihadirkan di dalam hati saja dan tidak perlu dilafadzkan di bibir baik baik secara sirr (lirih) maupun jahr (jelas).

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama dari 4 madzhab yakni madzhab Imam Ahmad bin Hambal, As-Syafi’iyyah, Al-Malikikiyyah, Al Hanafiyyah.

Keempat imam madzhab berpendapat bahwa niat sholat cukup dihadirkan dalam hati bersamaan ketika tangan diangkat untuk takbiratul ihram. Namun, pada kondisi tertentu, niat dapat dilafadzkan di bibir terutama jika Anda berpenyakit was-was.

Hal ini karena melafadzkan niat dapat membantu Anda untuk fokus beribadah. Beberapa ulama bahkan berpendapat bahwa melafadzkan niat di bibir bisa menjadi Sunnah atau mustahhab (disukai) untuk kasus orang dengan penyakit was-was.

2. Niat Tidak Harus Berbahasa Arab

Niat sholat witir tidak harus dalam bahasa Arab sehingga contoh niat di atas tidak bersifat wajib atau pasti. Tidak berdosa jika Anda tidak dapat menghadirkan niat sholat dalam bahasa Arab.

Selain itu, sholat juga tetap sah dan diterima, karena niat tidak termasuk ke dalam bagian gerakan sholat yang sudah ditentukan.

Anda bisa menghadirkan niat menggunakan bahasa apapun yang Anda nyaman menggunakannya, baik itu bahasa Arab, bahasa Indonesia, bahkan bahasa daerah sekalipun.

3. Kalimat Niat Bebas

Bacaan niat untuk sholat witir di atas dapat digunakan sebagai contoh jika Anda ingin melafadzkan ataupun sekedar menghadirkan niat sholat di dalam hati.

Anda bisa menggunakan contoh di atas secara utuh, sebagiannya saja atau merubahnya selama makna niatnya sama. Hal terpenting adalah niat sholat ditujukan semata-mata demi mendapat keridhoan Allah semata.

Rukun Sholat Witir

1. Berdiri jika mampu. Sholat diutamakan dalam kondisi berdiri. Namun apabila tidak mampu, Allah memberikan keringanan dengan membolehkan sholat dalam posisi duduk bahkan berbaring miring.

2. Takbiratul ihram dan melafadzkan “Allahu Akbar”.

3. Membaca surat Al Fatihah di setiap rakaat sholat.

4. Ruku’ serta thuma’ninah saat ruku’. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam menjelaskan bahwa thuma’ninah adalah kondisi tenang dimana setiap persendian tubuh juga ikut tenang.

5. I’tidal serta thuma’ninah.

6. Sujud dan thuma’ninah. Ada tujuh bagian saat sujud yang menyentuh permukaan sholat yaitu dahi dan hidung, kedua telapak, kedua lutut dan kedua ujung kaki.

7. Duduk di antara dua sujud serta thuma’ninah.

8. Duduk tasyahud akhir serta membaca bacaan tasyahud “at tahiyatu lillah…”

9. Mengucapkan sholawat kepada nabi setelah bacaan tasyahud akhir.

10. Salam.

Cara Mengerjakan Sholat Witir

Rukun melaksanakan sholat witir sebenarnya sama dengan rukun sholat wajib lima waktu ataupun sholat sunnah pada umumnya. Hanya saja untuk sholat witir yang dikerjakan dengan jumlah rakaat lebih dari satu, maka tata dua cara sholat yang bisa dilakukan.

1. Secara Menyambung

Sholat witir boleh dikerjakan secara menyambung atau washal. Cara mengerjakan sholat ini dilakukan dengan menggabungkan rakaat terakhir dengan rakaat sholat yang sebelumnya. Misalnya saja untuk sholat witir 11 rakaat maka takbiratul ihram dikerjakan satu kali kemudian ditutup satu salam di akhir.

2. Dilakukan Secara Terpisah (Fashal)

Mengerjakan sholat witir juga boleh dengan cara terpisah atau fashal. Anda dapat mengerjakan sholat witir dengan memisah rakaat yang sebelumnya dengan rakaat yang setelahnya. Anda bisa mengerjakan sholat witir dengan 2 rakaat beberapa kali kemudian ditutup dengan 1 rakaat di akhir.

Misalnya Anda ingin menjalankan sholat witir 7 rakaat, maka Anda bisa mengerjakannya sebanyak 2 rakaat sebanyak 3 kali salam kemudian ditutup satu rakaat dengan satu salam.

3. Mengerjakan Sholat Witir 3 Rakaat

Dua cara di atas adalah cara mengerjakan sholat witir dengan jumlah rakaat lebih dari tiga. Lantas bagaimana kalau Anda mengerjakan witir dengan jumlah 3 rakaat? Ulama berbeda pendapat mengenai cara mengerjakan sholat witir 3 rakaat.

Sebagian ulama berpendapat bahwa untuk sholat witir 3 rakaat boleh dilakukan dengan cara langsung menggabungkan ketiga rakaat tersebut seperti sholat maghrib.

Sehingga Anda menjalankan sholat dengan satu kali takbiratul ihram di awal kemudian sekali salam.

Duduk tasyahud pada sholat witir langsung 3 rakaat hanya dilakukan di rakaat terakhir sebagaimana yang tertera pada Hadist Riwayat Al Baihaqi.

Sementara cara kedua yakni sholat 2 rakaat salam kemudian ditambah 1 rakaat lagi dan salam. Hal ini sebagaimana terdapat di dalam HR Ahmad 6/83.

Seperti niat sholat pada umumnya, niat sholat witir tidak wajib untuk dilafadzkan di bibir baik secara jahr ataupun sirr (lirih).

Bahkan beberapa ulama berpendapat lebih utama untuk menghadirkan niat sholat di dalam hati saja. Namun bagi orang berpenyakit was-was, melafadzkan niat sholat lebih utama.

Berita sebelumyaJasa Ekspedisi Jakarta Banjarmasin Kirim 10kg Gratis Jemput
Berita berikutnyaJasa Ekspedisi Jakarta Banda Aceh Kirim 10kg Gratis Jemput