Sosok Roehana Koeddoes Jurnalis Wanita Pertama Di Indonesia

Roehana Koeddoes
Kompas.tv
Daftar Mitra TrawlBens

TrawlbensHari ini semua orang khususnya masyarakat Indonesia pasti tidak asing saat membuka google dan muncul gambar seorang wanita yang menggunakan pakaian adat Indonesia hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai sosok perempuan yang muncul di laman google tersebut.

Profil Roehana Koeddoes, Sosok Wanita Indonesia yang muncul di Google Hari Ini

Roehana Koeddoes atau dapat disebut Ruhana Kuddus ini merepukan perempuan yang lahir pada 20 Desember 1884 dan wafat pada 17 Agustus 1972 merupakan seorang jurnalis perempuan pertama di Indonesia. saat tahun 1911, Roehana mulai mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Kotogadan.

Sambil bekerja di bidang pendidikan yang ia sukai, Luhana menulis untuk surat kabar perempuan . saat pemerintah Belanda melarangnya untuk melakukan hal-hal yang dia sukai, Ruhana akhirnya berinisiatif untuk membuat surat kabar dengan nama Edit Murray, yang akhirnya tercatat sebagai salah satu surat kabar pertama yang dibuat oleh wanita di Indonesia.

Ruhana lahir dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya dengan ayah yang bernama Mohammad Rasjad Maharaja Soetan dan ibunya Kiam. Roehana Koeddoes adalah saudara tiri dari Soetan Sjahrir yang merupakan Perdana Menteri pertama Indonesia dan Mak Tuo (bibi) serta penyair terkenal Chairil Anwar.

Ia juga sepupu dari H. Agussalim. Roehana hidup sekitar waktu yang sama dengan Kartini, dimana pada saat itu akses untuk kaum perempuan ke pendidikan yang baik masih sangat terbatas dan tidak merata.

Tepat Pada tanggal 7 November tahun 2019, Roehana Koeddoes dianugerahi dengan gelar Pahlawan Nasional pada upacara yang berlangsung di Gedung DPR oleh Presiden Joko Widodo.

Pemberian Penghargaan gelar ini kepada ruhana diwakilkan dan diterimalangsung atas nama ahli waris keluarga yaitu Janeydy yang merupakan cucu dari Roehana Koeddoes sendiri.

Google akhirnya menetapkan untuk menamplilkan sosok jurnalis wanita pertama di Indonesia, Roehana Koeddoes (Rohana Kudus), dalam bentuk grafiti yang dibuat dengan warna yang soft dan menggunakan atribut yang menggambarkan Indonesia di halaman awal pencarian pada Senin (8 November 2021).

Perjalanan Karir Roehana Koeddoes Sebagai Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia

Roehana Koeddoes sendiri dibesarkan pada masa dimana perempuan Indonesia pada umumnya dimasa itu tidak dapat mengenyam pendidikan formal.

Namun, Roehana Koeddoes menjadi sosok wanita yang gemar membaca pada usia tujuh tahun dengan berawal dari membaca berbagai halaman surat kabar lokal dan berbagai berita lokal bersama teman-temannya.

Hingga Pada saat tahun 1911 ia memilih untuk memulai karir pendidikannya dengan mendirikan sekolah pertama di Indonesia, yang dibuat khusus untuk para perempuan Indonesia yang saat itu sulit mendapatkan Pendidikan .

Sekolah yang didirikan di kota kelahirannya ini dinamakan Sekolah yang diberi nama Koedose ini dibangun untuk memberdayakan perempuan melalui berbagai program yang diadakan, mulai dari literasi bahasa Arab hingga moralitas yang membantu para kaum wanita dalam mengembangkan keahliannya.

Roehana menulis berbagai buku selama hidupnya, melanjutkan keprihatinannya tentang nasib perempuan saat itu. Dia selalu memiliki apa yang dia butuhkan sejak dia masih kecil, mengingat dia dilahirkan dalam keluarga terkemuka pada saat itu.

Ayahnya memiliki berbagai jeni buku, majalah, dan surat kabar yang membuat ruhana tidak kesulitan dalam mempelajari berbagai hal.

Dan dengan seizin ayahnya, Roehana membaca semua koleksi ayahnya. Juga, ia memiliki keluarganya tidak membeda-bedakan dalam pendidikan anak laki-laki dan perempuan. Roehana telah tumbuh menjadi wanita muslimah terpelajar.

Roehana Koeddoes akhirnya memperluas pengaruhnya setelah menetapkan untuk pindah ke Bukittinggi dan menjadi salah satu jurnalis wanita pertama di Indonesia dan hal ini membuat ia patut dibanggakan. Di sini dia sangat terlibat dalam terjadinya perintisan surat kabar wanita Soenting Melajoe.

Setelah Menjadi Jurnalis perempuan Pertama di Indonesia, tentu publikasi yang ia buat ini secara langsung mempengaruhi perkembangan beberapa surat kabar perempuan Indonesia yang berpengaruh pada aspek-aspek lainnya.

Roehana Koeddoes tidak hanya diakui sebagai wartawan Indonesia pertama (1974) ia juga diakui sebagai pahlawan nasional pada Konferensi Pers Nasional ke-3 pada tanggal 9 Februari 1987.

Sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya pada 17 Agustus 1972, Roehana Koeddoes masih terus memperjuangkan karirnya dengan memimpin surat kabar Perempuan Bergerak yang ia kembangkan.

Sosok Roehana Koeddoes menjadi selalah satu wanita yang berpengaruh di Indonesia dengan segala karyanya ia dapat membawa dan menaikkan derajat wanita. Selain itu sosoknya sangat cocok untuk dijadikan motivasi dan inspirasi bagi para perempuan yang ada di Indonesia.

Ruhana merupakan salah satu gambaran yang dapat dijadikan contoh untuk perempuan yang sedang memperjuangkan cita-citanya untuk tetap semangat dalam berkayarya.

Berita sebelumyaJasa Ekspedisi Pekanbaru Ke Sumatera Kirim 10kg Gratis Pickup
Berita berikutnyaJasa Ekspedisi Pekanbaru Ke Bali Kirim 10kg Gratis Pickup