8 Tempat Wisata di Aceh Paling Populer

Tempat Wisata Aceh
Images by: pikiranmerdeka.co
Daftar Mitra TrawlBens

Trawlbens – Tempat wisata di Aceh Sumatera Utara memiliki pesona yang membuat setiap orang ingin menghabiskan liburan di sana.

Akses menuju Aceh pun sangat mudah, Anda bisa memilih jenis transportasi yang sesuai budget yakni kapal, bus atau pesawat. Apa saja destinasi yang ikonik?

8 Tempat Wisata di Aceh yang Ikonik

Kalau ditanya tentang destinasi wisata, Aceh punya daftar komplit yang dapat Anda pilih sesuai keinginan. Jika Anda berada di Aceh, 8 tempat wisata berikut jangan sampai terlewat:

1. Museum Tsunami

Tsunami Aceh memang sudah berlalu lebih dari 15 tahun, tetapi siapapun tidak akan pernah melupakannya. Salah satu tempat wisata di Aceh yang dibuat khusus untuk mengenang bencana besar tersebut adalah Museum Tsunami Aceh.

Museum ini dirancang oleh Ridwan Kamil dan dibuka pertama kali pada tahun 2011. Awalnya, pengunjung tidak dikenakan tarif masuk, namun sekarang sudah ditarik Rp2.000 saja bagi pelajar sedangkan masyarakat umum Rp3.000.

Bangunan ini dibuat menyerupai gelombang laut berukuran besar. Ruang pertama yang akan Anda temui adalah lorong dengan pencahayaan minim. Sepanjang lorong diperdengarkan lantunan murottal dan percikan air.

Kemudian, ada ruangan bernama “The Light of God” yang berisi nama-nama korban, tertulis pada papan berukuran kecil yang ditata begitu rapi. Setelah itu, ada Jembatan Harapan yang jalannya dibuat meliuk-liuk.

Pada bagian atas, bendera negara-negara yang berkontribusi memberikan bantuan dipajang. Museum ini juga memiliki ruang evakuasi pada lantai paling atas. Namun, pengunjung tidak boleh masuk demi menjaga fasilitas di dalam ruangan agar tidak rusak.

2. PLTD Apung 1

Jejak tsunami Aceh juga dapat Anda lihat dengan mengunjungi PLTD Apung 1. Awalnya, PLTD tersebut berada di pelabuhan Ulee Lheue tetapi kemudian diterjang dahsyatnya tsunami sehingga terbawa sampai ke kota Aceh.

Kapal pemasok kebutuhan listrik tersebut memiliki panjang 63 meter, lebar 19 meter dan berat 2.600 ton. Kini, PLTD Apung 1 menjadi tempat wisata favorit yang dikunjungi wisatawan lokal maupun internasional.

Hanya membutuhkan waktu sekitar 7 menit berkendara dan 20 menit berjalan kaki dari pusat kota Aceh. Anda tidak dikenakan tarif masuk, cukup biaya parkir saja.

Dengan mengunjungi kapal PLTD Apung 1, Anda akan mendapatkan edukasi tentang bencana tsunami. Terpampang foto-foto yang mendokumentasikan kejadian pada 2004 silam.

Anda juga bebas memasuki bagian dalam kapal yang sudah tidak berfungsi lagi. Jika menaiki tangga, maka Anda akan melihat pemandangan sekitar dari atas dek kapal.

3. Taman Sari Gunongan

Selanjutnya, tempat wisata di Aceh yang ikonik adalah Taman Sari Gunongan. Destinasi ini dikenal sebagai “Tanda Cinta dari Sultan untuk Permaisuri” yang berlokasi di Jl. Teuku Umar, Banda Aceh.

Bangunan tersebut sengaja dibuat oleh Sultan Iskandar Muda untuk ratunya yang bernama Putri Kamaliah dari Malaysia. Desain Gunongan menyerupai kampung halaman Sang Permaisuri sehingga bisa dijadikan tempat menyendiri untuk menuntaskan rindu pada daerah asalnya.

Taman wisata ini ditata kembali dengan mempertahankan keindahan arsitektur aslinya. Saat mengunjungi bagian dalam, Anda akan terpana dengan bangunan dominan warna putih khas abad 16.

Salah satu bagian yang menarik untuk dikunjungi yaitu Penterana Batu. Konon, Penterana Batu merupakan tempat duduk Putri Kamaliah selama menikmati pemandangan di sekitar Gunongan.

Tempat duduk tersebut berbentuk menyerupai kelopak bunga yang sedang mekar lengkap dengan cekungan di beberapa bagian. Padang pasir menjadi bagian lain yang wajib Anda lihat. Pada area ini, terhampar batu kerikil yang dikenal dengan sebutan Kersik Batu Pelinggam.

4. Museum Aceh

Tempat wisata di Aceh yang sarat akan pengetahuan tentang suku asli yang bertempat tinggal di Aceh. Lokasinya ada di Jl. Sultan Mahmudsyah, Peuniti, Kecamatan Baiturrahman yang sangat strategis sehingga mudah dijangkau.

Museum ini sudah sangat berumur karena didirikan pada tahun 1915. Koleksinya sangat lengkap mulai dari peninggalan masa pra sejarah, kerajaan, kolonial Belanda hingga benda-benda yang berhubungan dengan kebudayaan asli Aceh.

Anda juga bisa melihat perkembangan Masjid Baiturrahman dari masa ke masa melalui sebuah replika. Adapun salah satu benda kuno yang kerap menarik perhatian adalah Lonceng Cakra Donya.

Lonceng tersebut merupakan pemberian dari Kaisar Cina pada abad ke 15 sehingga usianya terhitung sudah lebih dari 1.400 tahun.

Museum Negeri Aceh dibuka dari hari Selasa – Minggu pukul 8.30 pagi sampai 12 siang lalu dibuka lagi pada pukul 2 siang sampai 4 sore. Tarif masuk untuk anak-anak sebesar Rp2.000 sedangkan untuk orang dewasa Rp3.000 per kepala.

5. Pantai Ulee Lheue

Selain wisata sejarah dan budaya, Aceh juga terkenal dengan wisata pantainya yang mempesona. Salah satu destinasi ikonik yang wajib dikunjungi adalah Pantai Ulee Lheue. Lokasinya ada di Desa Ulee Lheue, Kecamatan Meuraksa sekitar 3 km dari pusat kota.

Pantai ini sangat indah dengan hamparan pasir putih dan pemandangan sekitar. Ombak lautnya pun relatif lebih tenang berkat adanya pemecah ombak, sehingga aman jika Anda membawa anak-anak untuk bermain air.

Kegiatan seru yang dapat dilakukan seperti menaiki becak air, menyantap kuliner khas, berburu foto, menyantap jagung bakar, memancing dan menikmati keindahan sunset.

6. Pantai Lampuuk

Bisa dibilang bahwa Pantai Lampuuk adalah tempat wisata di Aceh yang menjadi primadona para pencinta destinasi bahari. Pantai ini memiliki pasir putih yang bersih dan pemandangan hijau di sekitarnya.

Ombak Pantai Lampuuk tergolong besar sehingga sering dijadikan sebagai spot berselancar. Jika Anda ingin bermain air, sebaiknya cukup di pinggiran saja karena terlalu berbahaya apabila sampai jauh ke bagian tengah.

Pihak pengelola menyediakan deretan gazebo yang bisa dimanfaatkan untuk duduk santai. Penjual makanan dan minuman juga mudah ditemukan di sekitar pantai.

Hal menarik lain dari Pantai Lampuuk yakni adanya Pusat Konservasi Penyu. Anda dapat melihat anak penyu yang dirawat dalam kolam kecil.

Nantinya saat sudah cukup umur, anak penyu tersebut akan dilepas ke laut. Wahana edukasi yang bagus untuk anak-anak maupun orang dewasa.

7. Masjid Raya Baiturrahman

Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung yang menyambangi Aceh juga kerap melakoni wisata religi ke Masjid Raya Baiturrahman. Bangunan ini sangat ikonik dan memang menjadi simbol Aceh.

Konon, Masjid Baiturrahman dibangun sekitar tahun 1292. Setelah terjangan tsunami pada 2004 lalu, masjid ini semakin terkenal karena berhasil utuh sekalipun dihantam gelombang yang kuat. Wajar, apabila angka kunjungan semakin naik karena banyak orang yang ingin melihat langsung.

Bangunan Masjid Raya Baiturrahman sangat megah. Terdapat 4 menara dan 7 kubah yang berdiri kokoh. Anda juga akan menemukan kolam yang dibangun di area sekitar masjid.

Pelataran Masjid Baiturrahman dilapisi dengan lantai marmer putih, sehingga dapat dijadikan tempat untuk beristirahat setelah lelah berkeliling masjid.

8. Hutan Kota

Rekomendasi yang terakhir adalah Hutan Kota yang berada di Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala. Tempat wisata di Aceh yang berada di tengah kota ini merupakan pilihan tepat bagi Anda yang ingin bersantai, menikmati hijaunya pepohonan.

Terdapat lebih dari 1.300 pohon yang ditanam di hutan seluas 7 hektar ini. Anda juga akan melihat kupu-kupu dari berbagai jenis yang terbang di sekitar pepohonan. Pihak pengelola membangun jembatan kayu untuk memudahkan pengunjung berkeliling di Hutan Kota.

Fasilitasnya pun cukup memadai seperti tempat ibadah, toilet, warung makanan, dan area parkir. Tempat yang ideal untuk bersantai bersama keluarga maupun teman, terlebih pada pagi atau sore hari.

Tidak akan menyesal memilih tempat wisata di Aceh ketika liburan karena menawarkan banyak pilihan. Beberapa destinasi bahkan memiliki jarak yang berdekatan sehingga Anda bisa mengunjungi dalam satu waktu. Selamat berlibur di Banda Aceh!

Berita sebelumya14 Tempat Wisata di Bandung, Asli Keren
Berita berikutnya11 Makanan Khas Dayak yang Kaya Akan Cita Rasa