Aplikasi Cargo Indonesia Trawlbens

Terminal Cargo: Definisi dan Spesifikasi

terminal kargo bandara

Terminal Cargo adalah sebuah fasilitas transportasi yang dapat menampung barang ataupun peti kemas cargo tanpa melalui proses manufaktur, dipindahkan menggunakan angkutan lain, atau bahkan disimpan di luar ruangan hanya untuk dipindahkan ke lokasi lain.

Terminal cargo mencakup dan tidak terbatas pada gudang aksesori, lapangan rel kereta, lapangan penyimpanan, dan kantor.

Baca Juga: Apa itu Cargo Manifest?

Definisi lain menyatakan bahwa terminal cargo adalah sebuah tempat yang dikhususkan untuk bongkar muat cargo dan proses lainnya yang berhubungan dengan bongkat muat.

Keberadaan terminal cargo meliputi seluruh pangkalan armada yang dapat mengangkut cargo seperti pelabuhan, bandara, dan pergudangan yang difungsikan untuk bongkar muat cargo.

Membahas mengenai terminal cargo di bandara, terdapat beberapa spesifikasi yang harus dipenuhi menurut undang-undang loh! Yuk simak standar apa saja yang perlu Anda ketahui untuk terminal Cargo berdasarkan Peraturan Mentri Perhubungan Nomor: KM 29 Tahun 2005 .

1. Luas Lahan

Terminal cargo memiliki standar luas pada bandara dengan ukuran 120 m2, 240 m2, dan 600 m2. Standar ini berguna untuk memberika kelancaran terhadap proses bongkar muat cargo dan dapat memenuhi standar keamanan dan keselamatan dalam penerbangan.

2. Acuan Normatif

Standarisasi ini mengacu pada peraturan yang telah disepakati secara internasional. Referensi acuan normatif yang digunakan oleh Departemen Perhubungan untuk menerapkan standarisasi terhadap terminal cargo bandara udara adalah sebagai berikut;

  1. International Civil Aviation Organisation, Annex 9, “Facilitation”, Second Edition, July 1989.
  2. International Civil Aviation Organisation, Annex 17, “Security”, Second Edition, July 1989.
  3. International Civil Aviation Organisation, Annex 18, “The Safe Transport of Dangereous Goods by Air”, Second Edition, July 1989.

Baca Juga: Cargo Handling pada Ekspedisi Pengiriman Barang

3. Tata Letak Terminal Cargo

Berikut akan dilampirkan uraian gambar tata letak dengan sebagai berikut;

Tata letak terminal kargo berdasarkan letak terminal penumpang

Baca Juga: Perbedaan Cargo Laut, Cargo Darat dan Cargo Udara

Tata letak terminal cargo berdasarkan letak terminal penumpang
tata letak terminal kargo berdasarkan letak terminal penumpang

4. Bentuk Bangunan Terhadap Terminal Cargo

tampak atas konsep bentuk bangunan terminal cargo

Berikut adalah bentuk yang menjadi standar terhadap bangunan terminal cargo di berbagai bandara yang telah tertera pada peraturan yang telah diberikan oleh Kementrian Perhubungan Republik Indonesia.

5. Sistem Sirkulasi Cargo

Berikut akan dilampirkan penjabaran bagaimana sirkulasi cargo beserta dengan bagannya;

  1. Antara tempat proses bongkar muat cargo antar pesawat cargo dengan pesawat kombinasi (cargo dan penumpang) wajib dipisahkan.
  2. Sirkulasi cargo dari pesawat ke terminal kargo dan sebaliknya harus lancar dengan menggunakan rute terpendek. Ditambah lagi dengan akses menuju terminal cargo baik dari aprom maupun dari sisi darat harus langsung dan nyaman.
  3. Halangan yang bersifat fisik antar proses ekspor dan impor sebaiknya dihindari agar bangunan cargo, terutama area penyimpanan, dapat digunakan secara optimum.
  4. Ketersediaan ruang yang memadai diantara parkiran truk dengan bangunan terminan cargo dan diantara pesawat dengan terminal cargo untuk menampung/ penanganan kontainer/ pallet berukuran besar.

Baca Juga: Ekspedisi COD: Cara Kerja, Keuntungan, dan Tips

alur dokumen di dalam terminal kargo

6. Kelengkapan dan Ruang Fasilitas

Jenis, luas, dan kelengkapan dari bangunan terminal kargi disesuaikan dengan jumlah barang yang dilayani dan kompleksitas fungsi dan pengguna yang ada. Berikut ini adalah beberapa fasilitas dasar yang ada dalam terminal cargo;

6.1 Ruang Fungsional dan/atau operasional

  1. Area yang dialokasikan bagi pemisahan untuk pengiriman impor harus dapat diakses dari atau menuju ruang perakitan untuk pengiriman ekspor akses ini ditujukan untuk mengakomodasi pergerakan antara pengiriman impor-ekspor.
  2. Ruangan yang mencukupi untuk kegiatan presentasi, pembukaan, dan pengecekan bagi kepentingan bea cukai cargo udara.
  3. Ruangan yang cukup dan dekat dengan area pengiriman akhir, untuk pengepakan ulang brang kargo udara setelah pemeriksaan bea cukai.
  4. Area gusang yang memadai pada kawasan, baik berikat maupun tidak, yang terdiri atas area untuk persiapan sebelum pengiriman atau bongkar-muat dari pesawat yang datang, termasuk penangan pallets atau barang yang disatukan.
  5. Area dan fasilitas untuk menimbang cargo.

6.2 Fasilitas Penyimpanan

  1. Ruang pendingin
  2. Ruang yang diperlukan untuk tempat alat penyimpanan dengan suhu rendah seperti vaksin, bahan makanan, atau sistem pendinginan lain yang diperlukan oleh perusahaan penerbangan.
  3. Ruang brangkas
  4. Ruang penyimpanan bagi barang berharga seperti emas batangan dan permata.
  5. Tuang penyimpanan bagi jasad manusia.
    1. Adanya fasilitas ini mengharuskan bangunan terminal cargo untuk dilengkapi dengan prosedur dan sarana pendukung untuk mengantisipasi adanya upacara penjemputan bagi jenazah, sehingga tidak mengganggu kegiatan pengiriman dan penerimaan kargo.
  6. Akomodasi dan ruang sementara yang didesain khusus untuk menangani kargo hidup.
  7. Ruang penyimpanan barang berbahaya.

Baca Juga: Ini Bahan dan Cara Packing Barang yang Benar

6.3 Kantor dan Pendukungnya

  1. Ruang penerimaan bagi pelayanan masyarakat umum.
  2. Kantor bagi petugas yang berwenang untuk melakukan kontrol sesuai dengan kebutuhan.
  3. Tempat yang cukup untuk fungsi manajemen, akunting, pengolahan pengambilan data, dan kebutuhan keamanan.
  4. Ruang penyimpanan bagi pesawat dan alat pendukungnya di daerah yang aman.
  5. Ruang bagi awak pesawat udara, termasuk untuk ekbutuhan toilet dan sawer.

6.4 Area Penyimpanan

  1. Tempat untuk menyimpan pallet atau kontainer yang kosong dan lain sebagainya.
  2. Parkir dan tempat penyimpanan bagi alat pemuatan dan alat lainnya.
  3. Ruang kerja untuk alat penanganan cargo termasuk fasilitas untuk mengisi ulang baterai.

Desain dan konstruksi dari bagunan terminal maupun apron cargo harus dapat memberikan ekamanan maksimum bagi cargo dari perampokan, pencurian, ataupun pemindahan tanpa ijin. Hal yang sama berlaku untuk pemasangan alat mekanik dan alat elektronik yang sesuai dengan prosedur keamanan cargo terbaru.

7. Syarat bangunan

bangunan terminal cargo
image by: Twitter – Angkasa pura II

7.1 Ruang Fungsional dan/atau operasional

  1. Jalan masuk dari sisi darat dan udara ke dalam terminal harus mempunyai tinggi dan lebar sesuai dengan peralatan yang digunakan. Pada sisi udara harus dapat menampung forklift, dollies, atau peralatan lain yang digunakan. Secara umum, tinggi 5 meter dan lebar 5 meter dapat dipergunakan. Sedangkan untuk sisi darat, terutama pada daerah dok truk, biasanya mempunyai tinggi 4 meter dan lebar 3 meter.
  2. Penggunaan kanopi untuk melindungi diri dari cuaca buruk sangat direkomendasikan terutama pada daerah dok truk. Penggunaan pintu lipat yang dapat dioperasikan dengan cepat untuk proses tutup dan buka dapat direkomendasikan.
  3. Setiap pintu harus mempunyai sistem kunci yang baik dan mencukupi sesuai dengan standar keamanan untuk mencegah adanya aksi ilegal.
  4. Setiap pintu, baik pada sisi darat maupun udara, harus dilengkapi dengan kode identifikasi tertentu untuk memudahkan penanganan cargo dan meminimalkan kesalahan antar.

Baca Juga: 6 Tips Kirim Dokumen Penting Anda

7.2 Kolom Bangunan

Bangunan terminal dengan bentang lebar sesuai dengan volume rencana merupakan hal yang ideal. Sebagai pendekatan, jarak antar kolom sebsar 15 meter dapat digunakan dan dianggap cukup memadai.

7.3 Lantai

  1. Ketinggian lantai harus sama, mulai dari sisi udara hingga sisi darat untuk memudahkan kendaraan pengangkut kargo bergerak secara efektif dan efisien.
  2. Lantai yang berdekatan dengan pintu atau titik masuk harus dilengkapi dengan saluran keluar untuk mencegah air masuk ke dalam terminal.
  3. Kekuatan lantai harus dapat menopang pergerakan kendaraan pengangkut cargo dengan beban maksimum dan dapat menampung berat setempat rak penumpukan barang. Beban desain sebesar 5.000 kg/m2 dapat dipergunakan sebagai pendekatan. Adapun kekuatan yang diperlukan, sesuai dengan kebutuhan, harus dihitung kembali oleh perancangan.

Baca Juga: Risiko yang Sering Terjadi dalam Menggunakan Jasa Cargo

7.4 Pencahayaan/Penerangan

  1. Pencahayaan pada daerah sisi udara harus memungkinkan para operator mengoperasikan kendaraan pengangkut barang dengan baik, dan pencahayaan tersebut tidak mengganggu awak pesawat untuk mengoperasikan pesawatnya.
  2. Pencahayaan pada daerah dok truk harus memungkinkan para pekerja dapat melihat keterangan atau label barang dan juga cukup terang untuk porses pemeriksaan keamanan.
  3. Pencahayaan terminal keseluruhan harus memungkinkan operasi penanganan cargo dan laluilntas cargo dapat berjalan dengan normal dan baik.
  4. Penerangan tambahan diperlukan pada area bekerja dan area penyimpanan untuk memungkinkan pembacaan keterangan/ label cargo.
  5. Semua pencahayaan yang digunakan harus dapat memperlihatkan warna asli.
  6. Secara umum tingkat penerangan pada daerah lantai adalah sekitar 200-300 lux.
  7. Penerangan kantor harus sesuai dengan peraturan yang diterbitkan pemerintah daerah.
  8. Kantor dan bangunan terminal harus didesain sedemikian rupa sehingga memungkinkan cahaya luar masuk secara maksimal untuk tujuan penghematan energi.

7.5 Utilitas

  1. Sedikitnya utilitas air, listrik, dan telepon harus disediakan.
  2. Utilitas listrik harus dilengkapu dengan cadangan daya untuk memelihara segi keamanan dan pelayanan, sesuai dengan sifat barang.
  3. Utilitas air, listrik, dan telepon dilengkapi dengan saluran, penampungan, dan pengelolaan limbah.
  4. Untuk keperluan tertentu dapat ditambahkan utilitas lain seperti fasilitas gas.

Artikel ini ditulis oleh: Faisal Tegar Febrian

Sumber/Referensi: 

https://www.lawinsider.com/dictionary/cargo-terminal

https://jdih.dephub.go.id/assets/uudocs/permen/2005/km_no_29_tahun_2005.pdf

× Customer Service