Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan, wilayah laut Indonesia lebih luas dibandingkan wilayah daratannya.
Hal tersebut berdasarkan data yang dimuat oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (PUSHIDROSAL), bahwa luas perairan yang berada di daerah Indonesia seluar 6,4 juta kilometer persegi dari jumlah keseluruhan luas wilayah Indonesia yang hanya seluas 8,3 juta kilometer persegi.
Melihat dari data yang ada, wajar jika Indonesia membutuhkan infrastruktur yang dapat menghubungkan seluruh wilayahnya melalui sistem konektivitas transportasi. Salah satu inovasi teknologi dalam sektor transportasi yang menjadi solusi adalah konsep Tol Laut.
Apa itu Tol Laut?
Tol laut merupakan sistem transportasi antar pulau yang memanfaatkan kapal-kapal besar dalam pendistribusian logistik untuk menghubungkan pelabuhan di jalur utama. Jalur tol laut di Indonesia ini memiliki peran krusial dalam konteks Indonesia sebagai negara yang terdiri dari banyak pulau.
Dengan wilayah laut di Indonesia sekitar 5.8 juta kilometer persegi, dan garis pantainya mencapai panjang sekitar 81.000 kilometer, membuat transportasi barang dan logistik antar pulau menjadi sangat penting. Tol Laut membantu mengatasi tantangan geografis dengan menyediakan jalur transportasi yang efisien antar pulau, sehingga kebutuhan logistik dapat diangkut dari satu pulau ke pulau lain dengan lebih mudah.
Tujuan Pembangunan Tol Laut
Tol laut di Indonesia dibangun sejak tahun 2015. Selain untuk meningkatkan konektivitas, tujuan tol laut dibangun ialah untuk menekan biaya logistik. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan pada tahun 2019 tercatat Indonesia memiliki sekitar 32.587 kapal yang terdaftar secara resmi.
Berdasarkan data jumlah kapal tersebut tol laut dibangun untuk menjadi alternatif transportasi yang lebih efisien, terutama untuk pengiriman barang. Sebagai alternatif transportasi darat yang seringkali terhambat oleh kemacetan lalu lintas atau transportasi udara yang lebih mahal, tol laut dapat mengangkut barang dalam jumlah besar dengan biaya yang lebih rendah.
Jalur Tol Laut di Indonesia
Tol laut adalah sistem distribusi logistik yang melibatkan penggunaan kapal besar untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di jalur utama atau rute utama. Rute utama tol laut mencakup wilayah dari Nanggroe Aceh Darussalam, Jakarta, Surabaya, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
Di wilayah kepulauan lain, penggunaan kapal-kapal lebih kecil dibandingkan dengan armada yang beroperasi di jalur utama. Jika kapal-kapal di jalur utama dapat berlayar secara teratur, maka harga kebutuhan di Papua tidak akan memiliki selisih yang signifikan dibandingkan dengan harga di Jawa. Selain itu, pada sektor darat, konsep tol laut akan dipadukan dengan jaringan rel kereta api yang mencakup Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Indonesia saat ini telah memiliki 34 trayek Tol Laut. Berdasarkan data yang diperoleh dari Sistem Informasi Gerai Maritim (2023), trayek-trayek Tol Laut di Indonesia mencakup:
- H-1: Tanjung Perak – Makassar (Soekarno Hatta) – Tahuna – Tanjung Perak
- H-2: Tanjung Perak – Makassar (Soekarno Hatta) – Bobong (Taliabu) – Luwuk – Tanjung Perak
- H-3: Tanjung Priok – Teluk Bayur – Tanjung Priok
- H-5: Tanjung Perak – Merauke – Agats –Timika (Pomako) – Tanjung Perak
- T-1: Tanjung Priok – Tanjung Perak – Tanjung Priok – Meranti – Belawan – Lhoksumawe – Malahayati – Tanjung Priok
- T-2: Teluk Bayur- Gn Sitoli – Sinabang – Mentawai – Pulau Baai – Teluk Bayur
- T-3: Tanjung Priok – Patimban – Kijang – Letung -Tarempa – Pulau Laut – Selat Lampa – Subi – Serasan – Midai – Tanjung Priok
- T-4: Makassar (Soekarno Hatta)- Barru (Garongkong) – Polewali – Mamuju – Belang-Belang – Nunukan – Makassar (Soekarno Hatta)
- T–5: Bitung – Ulu Siau/Tagulandang – Tahuna – Marore – Miangas – Marampit – Lirung/Melangoane – Mangaran – Bitung
- T-6: Bitung – Luwuk – Pagimana – Bunta – Mantangisi – Ampana – Parigi – Tilamuta – Bitung
- T-7: Makassar (Soekarno Hatta) – Ereke – Raha – Sikeli -Selayar -Makassar (Soekarno Hatta)
- T-8: Makassar (Soekarno Hatta) -mBungku – Kolonodale – Makassar (Soekarno Hatta)
- T-9: Tanjung Perak – Oransbari – Wasior – Nabire – Serui – Waren – Sarmi – Tanjung Perak
- T-10: Tanjung Perak – Tidore (Soasio) – Morotai – Galela – Maba/Buli – Weda – Tanjung Perak
- T-11: Tanjung Perak – Fak Fak – Tanjung Perak
- T-12: Tanjung Perak – Wetar (Ilwaki) – Kisar – Letti – Moa – Sermatang (Mahaletta) – Tepa – Larat – Tanjung Perak
- T-13: Tanjung Perak – Rote – Sabu -Tanjung Perak
- T-14: Tanjung Perak – Tabilota/ Larantuka – Lembata (Lewoleba) – Kalabahi – Tanjung Perak
- T-15: Tanjung Perak – Makassar (Soekarno Hatta) – Jailolo – Morotai (Daruba) – Tanjung Perak T-16: Tanjung Perak – Wanci – Namrole (Leksula) – P. Obi – Tanjung Perak
- T-17: Tanjung Perak – Saumlaki – Dobo – Tanjung Perak
- T-18: Tanjung Perak – Badas – Bima – Tanjung Perak
- T-19: Sorong – Depapre/Jayapura – Biak/Korido – Sorong – Pomako – Merauke – Pomako – Kokas – Sorong T-20: Tanjung Perak – Tarakan – Nunukan – Tanjung Perak
- T-21: Tanjung Perak – Namlea – Tanjung Perak
- T-22: Biak – Teba – Bagusa – Trimuris – Kasonaweja – Teba – Biak – Brumsi – Biak
- T-23: Merauke (Kelapa Lima) – Kimnam – Moor – Bade (Mapi) – Gatentiri (bovendigoel) – Merauke (Kelapa Lima)
- T-24: Merauke (Kelapa Lima) – Atsy – Agats – Atsy – Senggo – Atsy – Merauke (Kelapa Lima)
- T-25: Timika (Pomako) – Atsy – Eci – Atsy – Ewer – Agats – Sawaerma – Mamugu – Timika (Pomako)
- T-26: Timika (Pomako) – Agats – Warse – Yosakor – Agats – Ayam – Katew – Agats – Yurfi – Komor – Agats – Timika (Pomako)
- T-27: Merauke – Dobo – Elat – Tual – Kaimana – Biak – Serui – Nabire – Elat – Merauke
- T-28 Kupang – Waingapu -Labuan Bajo – Reo – Merauke – Atapupu/Wini – Kupang
- T-29: Tanjung Perak – Piru – Wayaloar – Malbufa – Babang – Saketa – Gimea(Tapeleo)- Bula – Tanjung Perak
- T-30: Tanjung Perak – Kaimana – Tanjung Perak
Penutup
Itulah pembahasan seputar tol laut di Indonesia, salah satu infrastruktur yang memiliki berbagai manfaat penting bagi masyarakat Indonesia terutama dalam urusan logistik. Kita berharap Anda dapat memahami informasi ini dengan baik dan nantinya menjadi salah satu warga yang ikut berperan dalam meningkatkan perkembangan infrastruktur di Indonesia!
Artikel ini dipersembahkan oleh Trawlbens. Trawlbens memiliki layanan Trawlpack yang merupakan jasa pengiriman kargo terpercaya dan berbasis aplikasi smartphone. Download aplikasi Trawlbens di google play & app store sekarang!