Aplikasi Cargo Indonesia Trawlbens

Mari Intip 3 Tradisi Pasca Nyepi Unik Di Bali

Hari Raya Nyepi merupakan hari perayaan bagi Agama Hindu, terutama yang berada di Bali.

Nyepi diperingati menurut kalender Bali setiap Isakawarsa (Saka Tahun Baru).

Perayaan Nyepi dijadikan sebagai hari libur umum di Indonesia dimana pada hari tersebut umat Hindu akan mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi melalui sembahyang, puasa, dan meditasi dengan tambahan intropeksi diri, untuk mengevaluasi nilai pribadi seperti cinta, kebenaran, kesabaran, dan kemurahan hati.

Tradisi Nyepi di Bali dirayakan dengan berbagai kegiatan yang kaya akan tradisi unik yang menarik untuk disaksikan oleh masyarakat di luar Bali.

Jika tradisi upacara Melasti dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi, lalu seperti apa tradisi pasca nyepi yang dilakukan oleh masyarakat Bali? 

Yuk simak pembahasannya di bawah ini!

Sejarah Singkat Perayaan Nyepi

denpasar.kompas.com

Istilah Nyepi diambil dari kata sepi (sunyi, senyap).

Hari Raya Nyepi dilaksanakan sebagai bentuk perayaan Tahun Baru Hindu yang diambil berdasarkan penanggalan pada kalender Caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.

Dalam perhitungan kalender Caka, satu tahun memiliki 12 bulan dan bulan pertamanya disebut Caitramasa.

Tahun Baru Caka di Bali dimulai dengan menyepi dan melaksanakan catur brata penyepian dan tidak ada aktivitas seperti biasa alias dilarang dan dihentikan selama hari raya Nyepi berlangsung.

Sangat berbeda seperti perayaan tahun baru Masehi (tiap 1 januari), yang selalu dirayakan secara meriah oleh masyarakat Indonesia. 

Asal usul terciptanya Hari raya Nyepi karena diambil dari kisah kitab suci Weda yang menceritakan pada awal abad masehi bahkan sebelumnya, Negeri India dan wilayah sekitarnya digambarkan selalu mengalami krisis dan konflik sosial berkepanjangan.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA  Niat Sholat Dhuha, Keutamaan dan 3 Manfaatnya

Atas pertikaian yang panjang, akhirnya suku Caka menjadi pemenang dibawah pimpinan Raja Kaniskha I yang dinobatkan menjadi Raja dan turunan Caka tanggal 1 (satu hari sesudah tilem) bulan 1 (caitramasa) tahun 01 Caka, pada bulan Maret tahun 78 masehi.

Untuk memperingati hal baik yang terjadi dibawah kepemimpinan Raja Kaniskha I maka terciptalah Hari Suci Nyepi. Sejak itu pula kehidupan bernegara, bermasyarakat dan beragama di India ditata ulang.

Tujuan Perayaan Nyepi

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung (alam semesta/macrocosmos).

Hari Raya Nyepi juga biasa dilakukan sebagai salah satu bentuk untuk menemukan jati diri demi mendapatkan keseimbangan diri dan alam semesta.

Selain itu, perayaan Hari Raya Nyepi juga mengandung arti untuk sarana menyucikan desa dari segala marabahaya.

Tak hanya desa, namun juga setiap individu dapat diharapkan hadir kembali dengan jiwa yang suci.

Tujuan berikutnya adalah menciptakan toleransi antar-umat manusia tanpa memandang perbedaan.

Persamaan dan juga perbedaan harus dihadapi dengan hati yang lapang dan positif agar hal ini tak menjadi penghalang untuk tujuan bersama.

Tradisi Pasca Nyepi Di Bali, Indonesia

Berbagai macam tradisi pasca Nyepi jarang sekali diketahui oleh masyarakat di luar Bali, selintas hal yang paling diketahui tentang Nyepi adalah hari dengan penuh keheningan yang dilarang melakukan aktivitas diluar rumah.

Tapi tahukah Anda bahwa Tradisi pasca Nyepi juga unik untuk disaksikan loh.

1. Bersembahyang Di Pura

Umat Hindu yang berada di Bali maupun di seluruh Indonesia, setelah melaksanakan Hari Raya Nyepi akan melakukan sembahyang di pura tempat mereka melaksanakan ibadah.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA  Bacaan Niat Sholat Tarawih Lengkap Beserta 2 Keutamaannya

Berbagai persiapan dilakukan oleh umat Hindu di Bali agar dapat melaksanakan sembahyang secara khidmat dalam mendekatkan diri Sang Hyang Widhi.

2. Ngembak Geni

Tradisi Ngembak Geni dirayakan tepat satu hari setelah Hari Raya Nyepi dilaksanakan. Umat Hindu akan melaksanakan tradisi Ngembak Geni ini untuk mengagungkan nilai Dharma Shanti. 

Pada umumnya ritual Ngembak ini dilaksanakan dengan saling berkunjung dengan keluarga, tetangga, dan kerabat untuk saling memaafkan.

Pemuda Bali di salah satu banjar juga merayakannya dengan Omed-omedan atau ritual Mencium sebagai tanda perayaan tahun baru.

Hari Ngembak Geni dilaksanakan karena mengandung makna telah berakhirnya catur brata penyepian. 

3. Ritual Dharma Shanti

Ritual Dharma Santi merupakan rangkaian prosesi Hari Raya Nyepi Ritual ini untuk merayakan persahabatan dan cinta sesama untuk keharmonisan dan kesejahteraan negeri ini.

Ritual Dharma Shanti dilaksanakan sebagai penutup dari rangkaian Perayaan Hari Nyepi. 

Itulah tradisi pasca Nyepi unik umat Hindu di Bali dalam merayakan perayaan Hari Raya Hindu.

Perayaan tahun ini Nyepi akan dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2023. Semoga umat yang merayakan dapat menjalani ritual dan sembahyang dengan khidmat.

Artikel Terkait

Related Posts